<<Prev  - IndeksNext>>

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

 

BAGIAN I
PENGAKUAN IMAN

SEKSI I
"AKU PERCAYA" - "KAMI PERCAYA"
 

BAB III
JAWABAN MANUSIA KEPADA ALLAH
 

ARTIKEL 5 * KAMI PERCAYA

 

166

Iman adalah satu perbuatan pribadi: jawaban bebas manusia atas undangan Allah yang mewahyukan Diri. Tetapi iman bukanlah satu perbuatan yang terisolir. Tidak ada seorang pun dapat percaya untuk dirinya sendiri, sebagaimana juga tidak ada seorang yang dapat hidup untuk dirinya sendiri. Tidak ada seorang yang memberikan iman kepada diri sendiri, sebagaimana juga tidak ada seorang yang memberi kehidupan kepada diri sendiri. Yang percaya menerima kepercayaan dari orang lain; ia harus melanjutkannya kepada orang lain. Cinta kita kepada Yesus dan kepada sesama mendorong kita supaya berbicara kepada orang lain mengenai iman kita. Dengan demikian, setiap orang yang percaya adalah anggota dalam jalinan rantai besar orang-orang beriman. Saya tidak dapat percaya, kalau saya tidak didukung oleh kepercayaan orang lain dan oleh kepercayaan saya, saya mendukung kepercayaan orang lain.

875

167

"Akupercaya" (pengakuan iman apostolik): itulah iman Gereja, sebagaimana setiap orang beriman mengakui secara pribadi, terutama pada waktu Pembaptisan. "Kami percaya" (pengakuan iman dari Nisea-Konstantinopel Yn.): itulah iman Gereja, sebagaimana para Uskup yang berkumpul dalam konsili itu mengakui atau lebih umum, sebagaimana umat beriman mengakui dalam liturgi. "Aku percaya": demikianlah juga Gereja, ibu kita berbicara, yang menjawab Allah melalui imannya dan yang mengajar kita berkata: "aku percaya", "kami percaya".

1124, 2040


I. * "Tuhan, Perhatikanlah Iman Gereja-Mu"

 

168

Pertama-tama Gerejalah, yang percaya dan dengan demikian menopang, memupuk dan mendukung iman saya. Pada tempat pertama Gerejalah yang mengakui Tuhan di mana-mana ("Kepadamu Gereja kudus beriman, tersebar di seluruh dunia", demikian kita menyanyi dalam madah Te Deum), dan bersama dia dan dalam dia, kita juga mengakui: "aku percaya", "kami percaya". Melalui Gereja kita menerima dalam Pembaptisan iman dan kehidupan baru dalam Kristus. Dalam ritus Romawi, pemberi Pembaptisan bertanya kepada yang menerima Pembaptisan: "Apa yang kau minta dari Gereja Allah?" Jawabannya: "Iman" - "Iman memberi apa kepadamu?" - "Kehidupan kekal" (RR. OBA).

1253

 

169

Keselamatan datang hanya dari Allah, tetapi karena kita menerima kehidupan iman melalui Gereja, maka ia adalah ibunda kita: "Kita mengimani Gereja sebagai ibu kelahiran kembali kita, dan bukan kita percaya akan Gereja, seakan-akan dialah pangkal keselamatan kita" (Faustus d. Riez, Spir. 1,2). Sebagai ibunda kita, ia juga adalah pendidik kita dalam iman.

750, 2030


II. * Bahasa Iman

 

170

Kita tidak percaya kepada rumus-rumus, tetapi kepada kenyataan yang diungkapkannya dan yang dapat kita "raba" oleh karena iman. "Perbuatan orang beriman mempunyai tujuan bukan pada pengungkapan, melainkan pada kenyataan [yang diungkapkan] (Tomas Aqu., s.th. 2-2,1,2 ad 2). Tetapi kita mendekati kenyataan-kenyataan ini dengan bantuan rumus-rumus iman. Formula ini memungkinkan untuk menyatakan dan merumuskan iman, untuk merayakan bersama, untuk menjadikannya milik kita dan untuk semakin hidup darinya.

186

 

171

Sebagai "tiang dan dasar kebenaran" (1 Tim 3:15), Gereja menyimpan dengan setia "iman yang sudah satu kali diberikan Allah untuk selama-lamanya kepada umatnya" (Yud 3). Ia menyimpan kata-kata Kristus dalam ingatannya; ia meneruskan pengakuan iman para Rasul dari generasi ke generasi. Sebagai seorang ibu yang mengajarkan anak-anaknya berbicara dan dengan demikian juga mengerti dan hidup bersama, Gereja, ibu kita, mengajarkan bahasa iman kepada kita supaya menghantar kita masuk ke dalam pengertian dan kehidupan iman.

78, 84, 857, 185


III. * Hanya Satu Iman

 

172

Sejak berabad-abad Gereja mengakui di dalam sekian banyak bahasa, kebudayaan, bangsa, dan negara imannya yang satu-satunya, yang diterimanya dari Tuhan yang satu, yang diteruskannya oleh Pembaptisan yang satu, yang berakar dalam keyakinan bahwa semua manusia hanya mempunyai satu Allah dan Bapa Bdk. Ef 4:4-6.. Santo Ireneus dari Lyon, seorang saksi iman itu, menerangkan:

813

 

173

"Gereja hadir di seluruh dunia sampai ke batas-batas bumi terjauh. Ia telah menerima iman dari para Rasul dan murid-murid mereka... dan menyimpan [pesan ini dan iman ini] sebagaimana yang diterimanya, seakan-akan ia tinggal dalam satu rumah saja; ia percaya demikian kepadanya, seakan-akan ia hanya mempunyai satu jiwa dan satu hati, dan memaklumkan dan meneruskan pengajarannya dengan suara bulat, seakan-akan ia hanya mempunyai satu mulut" (haer. 1,10,1-2).

830

 

174

"Meskipun di atas bumi ini terdapat aneka ragam bahasa, namun wibawa tradisi hanyalah satu dan sama. Gereja-gereja yang didirikan di Germania percaya dan meneruskan iman yang sama seperti Gereja-gereja di Spanyol atau pada orang Kelt, sama seperti mereka di kawasan timur atau di Mesir. di Libya atau di tengah bumi ... " (ibid.) "Pesan Gereja itu benar dan dapat dipercaya karena padanya tampil di seluruh jagat jalan yang satu dan sama menuju keselamatan" (haer. 5,20, 1).

78

 

175

"Kita memelihara dengan penuh perhatian, iman yang telah kita terima dari Gereja. Sebagai harta yang berharga, yang disimpan dalam satu bejana yang sangat baik, iman itu selalu diremajakan oleh karya Roh Kudus dan dengan demikian diremajakan pula bejana yang menyimpannya" (haer. 3,24, 1).

 


TEKS-TEKS SINGKAT
 

176

Iman adalah satu ikatan pribadi manusia seutuhnya kepada Allah yang mewahyukan Diri. Di dalamnya terdapat persetujuan akal budi dan kehendak terhadap wahyu Diri Allah melalui perbuatan dan perkataan-Nya.

 

177

Dengan demikian "percaya" mempunyai hubungan ganda: hubungan dengan pribadi dan hubungan dengan kebenaran; kegiatan iman berhubungan dengan kebenaran melalui kepercayaan kepada pribadi yang memberi kesaksian tentang kebenaran itu.

 

178

Kita tidak boleh percaya akan orang lain selain akan Allah, Bapa, Putera, dan Roh Kudus.

 

179

Iman adalah anugerah adikodrati dari Allah. Supaya dapat percaya, manusia membutuhkan pertolongan batin dari Roh Kudus.

 

180

"Beriman" adalah kegiatan manusia yang sadar dan bebas, yang sesuai dengan martabat pribadi manusiawi.

 

181

"Beriman" adalah satu kegiatan gerejani. Iman Gereja mendahului iman kita, memberi kesaksian, menopangnya dan memupuknya. Gereja adalah ibu semua orang beriman. "Tidak seorang pun dapat mempunyai Allah sebagai Bapa, kalau ia tidak mempunyai Gereja sebagai ibu" (Siprianus, unit. eccl.).

 

182

"Kita mengimani segala sesuatu, yang terdapat dalam Sabda Allah Yang tertulis atau yang diwariskan dan yang disampaikan oleh Gereja supaya diimani sebagai kebenaran yang diwahyukan Allah" (SPF 20).

 

183

Iman itu perlu untuk keselamatan. Tuhan sendiri berkata: " Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum" (Mrk 16:16).

 

184

"Iman adalah prarasa dari pengetahuan, yang akan membuat kita bahagia dalam kehidupan yang akan datang" (Tomas Aqu., comp. 1,2).

 

<<Prev  - IndeksNext>>