<<Prev   - Indeks -   Next>>

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

 

BAGIAN II: PERAYAAN MISTERI KRISTEN

SEKSI II: TUJUH SAKRAMEN GEREJA
 

ARTIKEL 3 * SAKRAMEN EKARISTI

 

TEKS-TEKS SINGKAT

 

1406

Yesus bersabda: "Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya... Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal... ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia " (Yoh 6:51. 54. 56).

 

1407

Ekaristi adalah pusat dan puncak kehidupan Gereja. Lewat Ekaristi Kristus mengikutsertakan Gereja-Nya dan semua anggota-Nya di dalam kurban pujian dan syukur yang Ia persembahkan di salib kepada Bapa-Nya satu kali untuk selama-lamanya. Melalui kurban ini Ia mengalirkan rahmat keselamatan kepada tubuh-Nya yaitu Gereja.

 

1408

Dalam perayaan Ekaristi selalu termasuk: pewartaan Sabda Allah, ucapan syukur kepada Allah Bapa untuk segala kebaikan-Nya terutama bahwa Ia menyerahkan Putera-Nya; perubahan roti dan anggur dan keikutsertaan dalam perjamuan liturgi oleh penerimaan tubuh dan darah Tuhan. Unsur-unsur ini membentuk satu perayaan ibadat yang integral.

 

1409

Ekaristi adalah upacara peringatan akan Paska Kristus, artinya karya penyelamatan yang telah dilaksanakan oleh kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus. Karya ini dihadirkan di dalam kegiatan liturgi.

 

1410

Kristus sendiri, Imam Agung abadi Perjanjian Baru, mempersembahkan kurban Ekaristi melalui pelayanan imam. Demikian juga Kristus sendirilah menjadi bahan persembahan dalam kurban Ekaristi. Ia sendiri sungguh hadir dalam rupa roti dan anggur.

 

1411

Hanya para imam yang ditahbiskan secara sah, dapat memimpin upacara Ekaristi dan mengkonsekrir roti dan anggur supaya menjadi tubuh dan darah Kristus.

 

1412

Tanda-tanda hakiki Sakramen Ekaristi adalah roti dari gandum dun anggur dari buah anggur. Berkat Roh Kudus dimohonkan ke atasnya dan imam mengucapkan kata-kata konsekrasi, yang Yesus ucapkan dalam perjamuan malam terakhir "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.... Inilah piala darah-Ku. ..."

 

1413

Oleh konsekrasi terjadilah perubahan [transsubstansiasi] roti dan anggur ke dalam tubuh dan darah Kristus. Di dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrir itu Kristus sendiri, Dia yang hidup dan dimuliakan, hadir sungguh, nyata, dan secara substansial dengan tubuh-Nya, darah-Nya, jiwa-Nya, dan kodrat ilahi-Nya Bdk. Konsili Trente: DS 1640; 1651..

 

1414

Sebagai kurban, Ekaristi itu dipersembahkan juga untuk pengampunan dosa orang-orang hidup dan mati dan untuk memperoleh karunia rohani dan jasmani dari Tuhan.

 

1415

Siapa yang hendak menerima Kristus dalam komuni Ekaristi, harus berada dalam keadaan rahmat. Kalau seorang sadar bahwa ia melakukan dosa berat, ia tidak boleh menerima Ekaristi tanpa sebelumnya menerima pengampunan di dalam Sakramen Pengakuan.

 

1416

Penerimaan tubuh dan darah Kristus yang kudus mempererat hubungan antara yang menerima komuni dengan Tuhan, mengampuni dosa-dosanya yang ringan, dan melindunginya dari dosa-dosa berat. Oleh karena ikatan cinta antara yang menerima komuni dan Kristus diperkuat, maka penerimaan Sakramen ini meneguhkan kesatuan Gereja, Tubuh Mistik Kristus.

 

1417

Gereja menganjurkan dengan tegas kepada umat beriman, supaya setiap kali mereka mengambil bagian dalam acara Ekaristi, mereka menerima komuni; ia mewajibkan mereka, supaya paling kurang menerimanya satu kali dalam setahun.

 

1418

Oleh karena Kristus sendiri hadir di dalam Sakramen altar, maka patutlah Ia dihormati dengan penyembahan. "Kunjungan Sakramen mahakudus adalah bukti syukur terima kasih, tanda cinta, dan pemenuhan kewajiban untuk menyembah Kristus Tuhan kita" (MF).

 

1419

Oleh karena Kristus telah pergi dari dunia ini kepada Bapa-Nya, maka dalam Ekaristi, Ia memberi kepada kita jaminan akan kemuliaan-Nya yang akan datang. Keikutsertaan dalam kurban kudus membuat hati kita menyerupai hati-Nya, menopang kekuatan kita dalam penziarahan hidup ini, membuat kita merindukan kehidupan abadi, serta menyatukan kita sekarang ini dengan Gereja surgawi, Perawan Maria yang kudus, dan dengan semua orang kudus.

 


<<Prev   - Indeks -   Next>>