<<Prev   - Indeks -   Next>>

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

 

BAGIAN III
KEHIDUPAN DALAM KRISTUS

SEKSI I
PANGGILAN MANUSIA: HIDUP DALAM ROH KUDUS
 

BAB III
KESELAMATAN ALLAH: HUKUM DAN RAHMAT

ARTIKEL 13 * RAHMAT DAN PEMBENARAN
 

I. * Pembenaran

 

1987

Rahmat Roh Kudus mempunyai kekuatan untuk membenarkan kita, artinya untuk membersihkan kita dari dosa dan untuk memberikan kepada kita "kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus" (Rm 3:22) dan karena Pembaptisan Bdk. Rm 6:3-4.:

"Jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maul tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus" (Rm 6:8-11).

734

 

1988

Dalam kuasa Roh Kudus kita mengambil bagian dalam sengsara dan kebangkitan Kristus dengan kita mati terhadap dosa, dan dilahirkan ke dalam hidup baru. Karena kita adalah anggota-anggota Tubuh-Nya, yaitu Gereja Bdk. 1 Kor 12., dan ranting - ranting yang tinggal pada pokok anggur, yaitu Ia sendiri Bdk. Yoh 15:1-4..

"Oleh Roh kita mengambil bagian dalam Allah. Oleh karena kita mengambil bagian dalam Roh, maka kita mengambil bagian dalam kodrat ilahi ... Karena itu mereka di dalam siapa Roh tinggal, telah diilahikan" (Atanasius, ep. Serap. 1,24).

654, 460

 

1989

Karya pertama rahmat Roh Kudus adalah pertobatan yang menghasilkan pembenaran, sebagaimana Yesus telah nyatakan pada awal Injil-Nya. "Bertobatlah, Sebab Kerajaan surga sudah dekat" (Mat 4:17). Manusia digerakkan oleh rahmat supaya mengarahkan diri kepada Allah dan menjauhkan diri dari dosa. Dengan demikian ia menerima pengampunan dan pembenaran dari atas. Inilah unsur-unsur dari "pembenaran itu sendiri, yang bukan hanya pengampunan dosa, melainkan juga pengudusan dan pembaharuan manusia batin" (Konsib Trente: DS 1528).

1427

 

1990

Pembenaran melepaskan manusia dari dosa, yang berlawanan dengan kasih kepada Allah dan memurnikan hatinya. Pembenaran terjadi karena prakarsa-prakarsa kerahiman Allah yang menawarkan pengampunan. Ia mendamaikan manusia dengan Allah, membebaskannya dari kuasa dosa dan menyembuhkannya.

1446, 1733

 

1991

Pembenaran serentak berarti bahwa orang menerima kebenaran Allah melalui iman akan Yesus Kristus. "Kebenaran" di sini menyatakan keluhuran kasih ilahi. Waktu pembenaran, dicurahkanlah harapan dan kasih ke dalam hati kita dan kita disanggupkan untuk mematuhi kehendak Allah.

1812

 

1992

Pembenaran diperoleh bagi kita melalui sengsara Kristus, yang menyerahkan Diri di salib sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah dan yang darah-Nya telah menjadi alat pemulih bagi dosa semua manusia. Pembenaran diberi kepada kita melalui Pembaptisan, Sakramen iman. Ia menjadikan kita serupa dengan kebenaran Allah, yang membenarkan kita secara hatin melalui kekuasaan betas kasihan-Nya. Tujuan pembenaran ialah kemuliaan Allah dan Kristus demikian juga anugerah kehidupan abadi Bdk. Konsili Trente: DS 1529..

"Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-Kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksudnya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus" (Rm 3:21-26).

617, 1266, 294,2543

 

1993

Pembenaran mendasari satu kerja sama antara rahmat Allah dan kebebasan manusia. Ia terungkap dalam kenyataan bahwa manusia dengan percaya menerima Sabda Allah, yang mengajaknya untuk bertobat dan bahwa ia bekerja sama dalam kasih dengan dorongan Roh Kudus, yang mendahului persetujuan kita dan menopangnya.

"Kalau Allah menjamah hati manusia melalui terang Roh Kudus, maka manusia di satu pihak bukan tidak aktif sama sekali, karena ia menerima ilham yang dapat ia tolak juga; di lain pihak ia tidak dapat mengangkat diri dengan kehendak bebasnya tanpa rahmat Allah ke dalam keadilan di hadapan Allah" (Konsili Trente: DS 1525).

2008, 2068

 

1994

Pembenaran adalah karya kasih Allah yang paling agung. Ia diwahyukan dalam Yesus Kristus dan diberikan oleh Roh Kudus. Santo Agustinus berangapan bahwa "pembenaran seorang yang hidup tanpa Allah adalah karya yang jauh lebih besar daripada penciptaan langit dan bumi", karena "langit dan bumi akan lenyap, sementara keselamatan dan pembenaran orang terpilih akan tetap tinggal" (ev. Jo. 72,3). Malahan ia berpendapat, pembenaran orang berdosa melampaui penciptaan para malaikat dalam kebenaran, karena Ia memberi kesaksian mengenai kerahiman yang lebih besar lagi.

312, 412

 

1995

Roh Kudus adalah guru batin. Pembenaran membangkitkan "manusia batin" (Rm 7:22; Ef 3:16) dan membawa serta pengudusan seluruh hakikat manusia.

"Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian halnya kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan... Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal" (Rm 6:19.22).

741


II. * Rahmat

 

1996

Kita memperoleh pembenaran berkat rahmat Allah. Rahmat adalah kemurahan hati, pertolongan sukarela. yang Allah berikan kepada kita,agar kita dapat menjawab panggilan-Nya. Sebab panggilan kita ialah menjadi anak-anak Allah Bdk. Yoh 1:12-18., anak-anak angkat-Nya Bdk. Rm 8:14-17., mengambil bagian dalam kodrat ilahi, Bdk. 2 Ptr 1:34. dan dalam kehidupan abadi Bdk. Yoh 17:3..

153

 

1997

Rahmat adalah keikutsertaan ada kehidupan Allah, ia mengantar kita masuk ke dalam kehidupan Tritunggal yang paling dalam: melalui Pembaptisan warga Kristen mengambil bagian dalam rahmat Kristus, yang adalah Kepala Tubuh-Nya. Sebagai "anak angkat", orang Kristen dapat menamakan Allah "Bapanya" hanya dalam persatuan dengan Putera yang tunggal. Ia menerima kehidupan Roh, yang mencurahkan kasih kepadanya dan yang membangun Gereja.

375, 260

 

1998

Panggilan menuju kehidupan abadi ini bersifat adikodrati. Ia diterima hanya karena kebaikan Allah yang secara sukarela mendahului kita karena hanya Ia yang dapat mewahyukan Diri dan memberikan Diri. Panggilan itu melampaui kekuatan pikiran dan kehendak manusia dan segala makhluk Bdk. 1 Kor 2:7-9..

1719

 

1999

Rahmat Allah berarti bahwa Allah memberi kehidupan-Nya secara cuma-cuma kepada kita. Ia mencurahkannya ke dalam hati kita melalui Roh Kudus, untuk menyembuhkannya dari dosa dan untuk menguduskannya. Itulah rahmat pengudusan atau rahmat pengilahian, yang telah kita terima di dalam Pembaptisan. Ia merupakan asal "karya keselamatan" di dalam kitaBdk.Yoh 4:14; 7:38-39..

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya" (2 Kor 5:17-18).

1966

 

2000

Rahmat pengudusan adalah satu anugerah yang tetap, satu kecondongan adikodrati yang tetap. Ia menyempurnakan jiwa, supaya memungkinkannya hidup bersama dengan Allah dan bertindak karena kasih-Nya. Orang membeda-bedakan apa yang dinamakan rahmat habitual, artinya satu kecondongan yang tetap, supaya hidup dan bertindak menurut panggilan ilahi, dari apa yang dinamakan rahmat pembantu, yakni campur tangan ilahi pada awal pertobatan atau dalam proses karya pengudusan.

 

2001

Persiapan manusia untuk menerima rahmat sudah merupakan karya rahmat. Rahmat itu perlu untuk menampilkan dan menopang kerja sama kita pada pembenaran melalui iman dan pada pengudusan melalui kasih. Allah menyelesaikan apa yang sudah dimulai-Nya di dalam kita, "karena Ia mulai dengan menyebabkan, bahwa kita mau; Ia menyelesaikan dengan bekerja sama dengan kehendak kita yang telah ditobatkan" (Agustinus, grat. 17).

"Memang kita juga bekerja, namun kita hanya bekerja sama dengan Allah yang bekerja. Karena kerahiman telah mendahului kita, supaya kita, setelah disembuhkan, dihidupkan; Ia mendahului kita, supaya kita dipanggil, dan Ia mengikuti kita, supaya kita dimuliakan; Ia mendahului kita, supaya kita hidup saleh, dan Ia mengikuti kita, supaya kita hidup bersama Allah untuk selama-lamanya, karena tanpa Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa" (Agustinus, nat.et grat. 31).

490

 

2002

Tindakan bebas Allah menuntut jawaban bebas dari manusia. Karena Allah telah menciptakan manusia menurut citra-Nya dan telah memberi kepadanya bersama dengan kebebasan kemungkinan, supaya mengenai Dia dan mengasihi Dia. Jiwa hanya dapat masuk secara sukarela ke dalam persatuan kasih. Allah langsung menjamah dan menggerakkan hati manusia. Ia telah menempatkan di dalam manusia kerinduan akan yang benar dan yang balk, yang hanya Ia yang dapat memenuhinya. Janji-janji akan "kehidupan abadi" menjawab kerinduan batin ini melampaui segala harapan.

"Kalau pada akhir karya-Mu yang sangat baik Engkau beristirahat pada hariketujuh, maka itu sekedar mengatakan kepada kami lebih dahulu melalui suara buku-Mu, bahwa kami juga pada akhir karya kami, - yang 'sangat baik', sebab Engkau telah menganugerahkannya kepada kami, - dapat beristirahat dalam Engkau pada sabat kehidupan abadi" (Agustinus, conf. 13,36,51).

1742, 2550

 

2003

Rahmat pada tempat pertama adalah anugerah Roh Kudus yang membenarkan dan menguduskan kita. Tetapi di dalam rahmat termasuk juga anugerah-anugerah yang Roh berikan kepada kita, untuk membuat kita mengambil bagian dalam karya-Nya serta menyanggupkan kita untuk berkarya demi keselamatan orang lain dan pertumbuhan Tubuh Kristus, yaitu Gereja. Termasuk di dalamnya rahmat-rahmat sakramental, artinya anugerah-anugerah khusus dalam Sakramen yang berbeda-beda. Termasuk juga di dalamnya rahmat-rahmat khusus, yang dinamakan karisma, sesuai dengan ungkapan Yunani yang dipergunakan oleh santo Paulus, yang berarti kemurahan hati, anugerah bebas, dan perbuatan baik Bdk. LG 12.. Ada berbagai macam karisma, sering kali juga yang luar biasa seperti anugerah mukjizat atau anugerah bahasa. Semuanya itu diarahkan kepada rahmat pengudusan dan bertujuan pada kesejahteraan umum Gereja. Karisma itu harus mengabdi kasih, yang membangun Gereja Bdk. 1 Kor 12..

1108, 1127, 799 - 801

 

2004

Di antara rahmat-rahmat khusus perlu disebutkan rahmat status, yang menyertai pelaksanaan kewajiban kehidupan Kristen dan pelaksanaan pelbagai pelayanan di dalam Gereja.

"Kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita" (Rm 12:6-8).

 

2005

Karena rahmat itu adikodrati, maka ia berada di luar pengalaman kita dan hanya diketahui oleh iman. Jadi, kita tidak boleh percaya kepada perasaan atau pekerjaan kita, untuk menyimpulkan darinya bahwa kita telah dibenarkan dan diselamatkanBdk. Konsili Trente: DS 1533-1534.. Tetapi menurut perkataan Tuhan: "Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka" (Mat 7:20), maka apabila kita ingat akan perbuatan baik Allah di dalam kehidupan kita dan di dalam kehidupan para kudus, kita dapat melihat di dalamnya suatu jaminan, bahwa rahmat sedang bekerja di dalam kita. Dan itu memberi kita semangat untuk suatu iman yang menjadi semakin kuat dan suatu sikap kemiskinan yang penuh kepercayaan.

Sikap ini terutama dijelaskan secara amat baik dalam jawaban santa Jeanne d'Arc atas sebuah pertanyaan hakim-hakim Gerejanya: Setelah ditanya, apakah ia tahu bahwa ia berada dalam rahmat Allah, ia menjawab: "kalau aku tidak ada di dalamnya, semoga Allah menempatkan aku di dalamnya; kalau aku ada di dalamnya, semoga Allah memelihara aku di dalamnya" (Jeanne d'Am, proc.).

1768


III. * Jasa

 

 

 

"Laskar para kudus memuliakan keagungan-Mu, karena dengan memahkotai jasa mereka, Engkau memahkotai karya rahmat-Mu" (MR, Prefasi para kudus, sesuai dengan perkataan "Guru rahmat" santo Agustinus, Psal. 102,7).
 

 

2006

Kata" jasa" pada umumnya menunjukkan pembayaran oleh satu persekutuan atau masyarakat yang berutang karena perbuatan salah seorang anggotanya, yang dirasakan sebagai perbuatan baik atau perbuatan buruk, sebagai sesuatu yang perlu diganjar atau disiksa. Mengganjar jasa-jasa adalah masalah keutamaan keadilan, karena ia menjawab prinsip persamaan yang berlaku dalam keadilan itu.

1723, 1807

 

2007

Terhadap Allah tidak ada jasa dalam arti kata yang sebenarnya dari pihak manusia. Antara Dia dan kita terdapat satu ketidaksamaan yang tidak dapat diukur, karena kita telah menerima segala sesuatu dari Dia, Pencipta kita.

42

 

2008

Jasa manusia di hadapan Allah dalam kehidupan Kristen hanya muncul dari kenyataan bahwa Allah telah menetapkan secara bebas untuk mengizinkan manusia bekerja sama dengan rahmat-Nya. Titik tolak kerja sama ini adalah selalu tindakan Allah sebagai Bapa yang memberi dorongan supaya manusia dapat bertindak bebas, sehingga jasa-jasa untuk pekerjaan-pekerjaan baik pada tempat pertama harus dialamatkan kepada rahmat Allah dan sesudah itu baru kepada orang beriman. Jasa manusia pada dasamya adalah milik Allah, karena perbuatan-nya yang baik berasal dari rahmat dan bantuan Roh Kudus di dalam Kristus.

306, 155, 970

 

2009

Pengangkatan sebagai anak membuat kita mengambil bagian dalam kodrat ilahi karena rahmat. Karena itu ia dapat memberikan suatu jasa yang sungguh, sesuai dengan keadilan cuma-cuma dari pihak Allah. Inilah suatu hak karena rahmat, hak penuh dari kasih, yang menjadikan kita "rekan ahli waris" Kristus, layak untuk "menerima kehidupan abadi pada waktunya" (Konsili Trente: DS 1546). Jasa-jasa pekerjaan kita yang baik adalah anugerah kebaikan Allah Bdk. Konsili Trente: DS 1548.. "Rahmat telah mendahului; sekarang diganjar, apa yang sebenarnya utang... Jasa-jasa adalah hadiah Allah" (Agustinus, Berm. 298,4-5).

604

 

2010

Karena di dalam tata rahmat tindakan pertama berasal dari Allah, maka seorang pun tidak dapat memperoleh rahmat pertama, yang darinya muncul pertobatan, pengampunan, dan pembenaran. Baru setelah didorong oleh Roh Kudus dan kasih, kita dapat memperoleh untuk kita sendiri dan untuk orang lain, rahmat yang menyumbang demi kekudusan kita, demi pertumbuhan rahmat dan kasih, serta demi penerimaan kehidupan abadi. Sesuai dengan kebijaksanaan Allah, maka harta-harta sementara pun dapat diperoleh, umpamanya kesehatan dan persahabatan. Rahmat dan harta-harta ini adalah obyek doa Kristen. Doa menyediakan rahmat, yang mutlak perlu untuk perbuatan kita yang menghasilkan jasa.

1998

 

2011

Kasih Kristus di dalam kita adalah sumber segala jasa kita di hadirat Allah. Rahmat mempersatukan kita dengan Kristus dalam kasih yang aktif dan dengan demikian menjamin sifat adikodrati dari perbuatan kita dan karena itu sifat jasa di hadapan Allah dan manusia. Para kudus selalu sangat sadar bahwa jasa-jasanya adalah rahmat semata-mata:

"Sesudah pengasingan di dunia berharap bahwa aku akan bergembira di surga karena Engkau; tetapi aku tidak mau mengumpulkan jasa-jasa untuk surga, tetapi hanya bekerja untuk kasih-Mu.... Pada akhir kehidupan ini aku akan tampil di hadirat-Mu dengan tangan kosong; karena aku tidak mohon kepada-Mu, ya Tuhan, untuk menghitung- hitung pekerjaanku. Semua keadilan kami adalah penuh cacat dalam mata-Mu! Karena itu aku mau mengenakan keadilan-Mu sendiri dan menerima dari kasih-Mu harta abadi ialah diri-Mu sendiri" (Teresia dari Anak Yesus, offr).

492, 1460


IV. * Kekudusan Kristen

 

2012

"Kita tabu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia... Sebab semua orang yang dipilih-Nya sejak semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Anak-Nya itu menjadi sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga akan dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya" (Rm 8:28-30).

459

 

2013

"Jadi jelaslah bagi semua, bahwa semua orang Kristen, dari status atau jajaran apa pun dipanggil kepada kepenuhan hidup Kristen dan kesempurnaan cinta kasih" (LG 40). Semua orang dipanggil kepada kekudusan: "Karena itu haruslah kamu sempurna, seperti Bapa-Mu yang di surga adalah sempurna" (Mat 5:48).

"Untuk memperoleh kesempurnaan itu hendaklah kaum beriman mengerahkan tenaga yang mereka terima menurut ukuran yang dikaruniakan oleh Kristus, supaya... mereka melaksanakan kehendak Bapa dalam segalanya, mereka dengan segenap jiwa membaktikan diri kepada kemurahan Allah dan pengabdian terhadap sesama. Begitulah kesucian umat Allah akan bertumbuh dan menghasilkan buah berlimpah, seperti dalam sejarah Gereja telah terbukti dengan cemerlang melalui hidup sekian banyak orang kudus" (LG 40).

915, 2545, 825

 

2014

Kemajuan rohani mengusahakan suatu persatuan yang semakin erat dengan Kristus. Persatuan ini dinamakan "mistik", karena mengambil bagian dalam misteri Kristus melalui Sakramen-sakramen - "misteri-misteri kudus" - dan di dalam Kristus mengambil bagian dalam Tritunggal Mahakudus. Allah memanggil kita semua untuk persatuan yang erat dengan Dia. Rahmat-rahmat khusus atau tanda-tanda yang luar biasa dari kehidupan mistik ini hanya diberikan kepada beberapa orang tertentu, supaya menyatakan rahmat yang diberikan kepada kita semua.

774

 

2015

Jalan menuju kesempurnaan melewati salib. Tidak ada kekudusan tanpa pengurbanan diri dan perjuangan rohani Bdk. 2 Tim 4.. Kemajuan rohani menuntut askese dan penyangkalan diri yang tahap demi tahap mengantar kita untuk hidup dalam damai dan dalam kegembiraan sabda bahagia.

"Siapa yang naik, tidak pernah berhenti melangkah dari awal ke awal melalui awal-awal yang tak habis-habisnya. Siapa yang naik, tidak pernah berhenti merindukan apa yang sudah ia ketahui" (Gregorius dari Nisa, hom. in Cant. 8).

407, 2725, 1438

 

2016

Anak-anak ibu kita, Gereja kudus, mengharapkan rahmat ketekunan sampai akhir dan ganjaran oleh Allah, Bapa-Nya, atas pekerjaan baik yang mereka lakukan dalam persatuan dengan Yesus berkat rahmat-Nya Bdk. Konsili Trente: DS 1576.. Karena mereka berpegang pada peraturan hidup yang sama, umat beriman turut serta dalam "harapan yang membahagiakan" dari mereka, yang kerahiman ilahi kumpulkan dalam kota suci, "Yerusalem yang baru, yang turun dari surga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya" (Why 21:2).

162, 1821, 1274

 


TEKS-TEKS SINGKAT

 

2017

Rahmat Roh Kudus memberi kepada kita kebenaran Allah. Roh mempersatukan kita dengan sengsara dan kebangkitan Kristus melalui iman dan Pembaptisan dan membuat kita mengambil bagian dalam kehidupan-Nya.

 

2018

Pembenaran sebagaimana juga pertobatan mempuhyai dua sisi. Di bawah desakan rahmat, manusia berpaling kepada Allah dan berpaling dari dosa; dengan demikian ia mendapat pengampunan dan kebenaran dari atas.

 

2019

Pembenaran terdiri dari pengampunan dosa, pengudusan, dan pembaharuan manusia batin.

 

2020

Pembenaran diperoleh bagi kita oleh sengsara Kristus dan diberikan kepada kita melalui Pembaptisan. Ia menjadikan kita serupa dengan keadilan Allah, yang membuat kita benar Tujuannya ialah kehormatan Allah dan Kristus dan anugerah kehidupan abadi. Ia adalah karya kerahiman Allah yang paling unggul.

 

2021

Rahmat adalah bantuan yang Allah berikan kepada kita, supaya kita dapat menjawab panggilan kita menjadi anak angkat-Nya. Ia mengantar kita masuk ke dalam kehidupan Tritunggal yang paling dalam.

 

2022

Di dalam karya rahmat, tindakan ilahi mendahului jawaban bebas dari manusia, mengantar kepadanya dan menyebabkannya. Rahmat menjawab harapan kebebasan manusia yang dalam; ia memanggilnya supaya bekerja sama dengannya dan menyempurnakannya.

 

2023

Rahmat pengudusan adalah anugerah sukarela, dengannya Allah menyerahkan kepada kita kehidupan-Nya. Ia dicurahkan oleh Roh Kudus ke dalam jiwa kita, untuk menyembuhkannya dari dosa dan menguduskannya.

 

2024

Rahmat pengudusan membuat kita "berkenan kepada Allah ". Karunia-karunia Roh Kudus yang khusus, karisma-karisma, diarahkan kepada rahmat pengudusan dan mempunyai kesejahteraan umum Gereja sebagai tujuan. Allah juga bertindak melalui aneka rahmat yang membantu, yang dibedakan dari rahmat habitual, yang selalu ada di dalam kita.

 

2025

Jasa untuk kita di depan Allah hanya ada karena keputusan bebas dari Allah yang mengundang manusia mengambil bagian dalam karya rahmat-Nya. Jasa itu pada tempat pertama dihasilkan rahmat Allah, pada tempat kedua oleh turut serta manusia. Dengan demikian jasa manusia itu sebnarnya jasa Allah.

 

2026

Oleh karena kita adalah anak angkat dan berkat keadilan Allah yang cuma-cuma, rahmat Roh Kudus dapat memungkinkan bagi kita jasa yang sebenarnya. Kasih dalam diri kita adalah sumber pokok dari jasa di hadirat Allah.

 

2027

Tidak seorang pun dapat memperoleh rahmat pertama, yang mengakibatkan pertobatan. Dengan dorongan Roh Kudus kita dapat memperoleh bagi kita dan juga bagi orang lain, rahmat yang membantu kita menuju kehidupan abadi, seperti juga barang-barang fana yang diperlukan.

 

2028

"Karena itu jelaslah bagi semua orang, bahwa semua orang Kristen, dari status atau jajaran apa pun dipanggil kepada kepenuhan kehidupan Kristen dan kesempurnaan cinta kasih" (LG 40). "Kesempurnaan Kristen hanya mempunyai satu batas: ialah bahwa ia tidak mempunyai batas" (Gregorius dari Nisa, v. Mos).

 

2029

"Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya; memikul salibnya dan mengikuti Aku" (Mat 16:24).

 

<<Prev   - Indeks -   Next>>