|Home |Indeks |

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMPENDIUM KGK
 

BAGIAN SATU

PENGAKUAN IMAN

  

SEKSI DUA

PENGAKUAN IMAN KRISTEN

  

BAB SATU

 AKU PERCAYA AKAN ALLAH BAPA

 

 

”AKU PERCAYA AKAN ALLAH BAPA YANG MAHAKUASA,

PENCIPTA LANGIT DAN BUMI”

 

 

36. Mengapa Pengakuan Iman mulai dengan kata-kata ”Aku percaya akan Allah”?

 

Pengakuan Iman mulai dengan kata-kata ini karena pernyataan ”Aku percaya

akan Allah” adalah hal yang paling penting, sumber dari semua kebenaran yang lain tentang manusia dan dunia, serta tentang seluruh kehidupan orang yang

percaya kepada Allah.

198-199

 

 

37. Mengapa orang mengaku percaya hanya kepada satu Allah?

 

Kepercayaan akan satu Allah ini diakui karena Dia sudah mewahyukan Diri-Nya kepada bangsa Israel sebagai Yang Satu ketika bersabda: ”Dengarlah, hai Israel: Allah itu Allah kita, Allah itu esa” (Ul 6:4) dan ”tidak ada yang lain” (Yes 45:22). Yesus sendiri meneguhkan bahwa ”Allah kita itu esa” (Mrk 12:29). Pengakuan bahwa Yesus dan Roh Kudus adalah juga Allah dan Tuhan tidak membawa perpecahan di dalam Allah yang esa.

200-202; 228

 

 

38. Dengan nama apa Allah mewahyukan Diri-Nya?

 

Allah mewahyukan Diri-Nya kepada Musa sebagai Allah yang hidup, ”Allah Abraham, Allah Iskak, Allah Yakub” (Kel 3:6). Allah juga mewahyukan kepada Musa nama-Nya yang gaib ”Aku adalah Aku (YHWH)”. Sudah sejak zaman Perjanjian Lama, Nama Allah yang tak terkatakan ini diganti dengan gelar ilahi Tuhan. Jadi, manakala Yesus disebut Tuhan di dalam Perjanjian Baru, Ia tampil sebagai benarbenar Allah.

203-205 ; 230-231

 

 

39. Apa Allah itu satu-satunya yang ”ada”?

 

Karena makhluk menerima segalanya dari Allah, mereka ada dan kepunyaan mereka dari Allah. Hanya Allah dalam Diri-Nya sendiri merupakan kepenuhan dari yang ada dan dari setiap kesempurnaan. Allah itu ”Dia yang ada” tanpa awal dan tanpa akhir. Yesus mewahyukan bahwa Ia juga menyandang nama ilahi ”Aku ada” (Yoh 8:28).

212-213

 

 

40. Mengapa pewahyuan Nama Allah itu penting?

 

Dalam mewahyukan nama-Nya, Allah memberitahukan kekayaan yang ada di dalam misteri ada-Nya yang tak terkatakan. Hanya Dia sendirilah yang dari kekal sampai kekal. Dia mengatasi dunia dan sejarah. Dialah yang membuat langit dan bumi. Dia adalah Allah yang setia yang selalu dekat dengan umat-Nya untuk menyelamatkan mereka. Dialah kekudusan tertinggi, ”penuh dengan belas kasihan” (Ef 2:4), selalu siap untuk mengampuni. Dialah yang spiritual, transenden, mahakuasa, personal, dan sempurna. Dia adalah kebenaran dan cinta.

206-213

”Allah itu pengada sempurna yang tak terbatas,

yaitu Tritunggal ”

(Santo Turibus dari Montenegro)

 

 

41. Apa artinya bahwa Allah adalah Kebenaran?

 

Allah adalah Kebenaran, dengan demikian Dia tidak dapat menipu ataupun ditipu. Dia adalah ”terang, dan di dalam-Nya tidak ada kegelapan” (1Yoh 1:5). Putra Allah yang kekal, penjelmaan kebijaksanaan, diutus ke dunia untuk ”memberikan kesaksian akan Kebenaran” (Yoh 18:37).

214-217; 231

 

 

42. Dengan cara bagaimana Allah mewahyukan bahwa Dia adalah cinta?

 

Allah mewahyukan Diri-Nya kepada Israel sebagai Dia yang mempunyai cinta yang lebih besar daripada cinta orang tua untuk anak-anak mereka atau cinta antara suami dan istri. ”Allah dalam Diri-Nya sendiri adalah cinta” (1Yoh 4:8.16). Dia yang memberikan dirinya secara penuh dan cuma-cuma, ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia (Yoh 3:16-17). Dengan mengutus Putra-Nya dan Roh Kudus, Allah mewahyukan bahwa Dia sendiri adalah hubungan cinta yang abadi.

218-221

 

43. Apa artinya percaya hanya akan satu Allah?

 

Percaya hanya akan satu Allah berarti mengenal keagungan dan kekuasaan-Nya. Hal ini menyangkut hidup dalam rasa syukur dan selalu percaya kepada-Nya, bahkan dalam kemalangan. Hal ini berarti pula mengakui kesatuan dan martabat sejati seluruh umat manusia, yang diciptakan menurut gambaran-Nya. Berarti pula menggunakan dengan baik segala sesuatu yang sudah Dia ciptakan.

222-227; 229

 

 

44. Apakah pusat misteri iman dan hidup Kristen?

 

Pusat misteri iman dan hidup Kristen adalah misteri Tritunggal yang Amat Terberkati. Orang Kristen dibaptis atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

232-237

 

 

45. Dapatkah misteri Tritunggal itu dikenal hanya melalui akal budi manusia saja?

 

Allah meninggalkan beberapa jejak kehidupan trinitaris-Nya dalam ciptaan-Nya dan dalam Perjanjian Lama, tetapi kodrat-Nya yang terdalam sebagai Tritunggal Mahakudus merupakan sebuah misteri yang tidak akan dapat ditembus oleh akal budi manusia saja, bahkan oleh iman Israel sebelum Penjelmaan Putra Allah dan pengutusan Roh Kudus. Misteri ini diwahyukan oleh Yesus Kristus dan ini merupakan sumber semua misteri yang lainnya.

237

 

 

46. Apa yang diwahyukan Yesus kepada kita tentang misteri Bapa?

 

Yesus Kristus mewahyukan kepada kita bahwa Allah itu ”Bapa”, bukan hanya karena Dia menciptakan alam semesta dan manusia, tetapi terutama karena Dia secara kekal melahirkan dalam Diri-Nya, Putra-Nya, yaitu Sabda-Nya, ”cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah” (Ibr 1:3).

240-242

 

 

47. Siapakah Roh Kudus yang diwahyukan oleh Yesus Kristus kepada kita?

 

Roh Kudus adalah Pribadi ketiga Tritunggal. Dia adalah Allah, satu dan setara dengan Bapa dan Putra. Dia ”berasal dari Bapa” (Yoh 15:26) yang adalah dasar tanpa sebuah dasar, dan asal dari semua kehidupan trinitaris. Dia berasal pula dari Sang Putra (Filioque) lewat anugerah abadi yang dibuat oleh Bapa kepada sang Putra. Diutus oleh Bapa dan Putra yang menjelma, Roh Kudus membimbing Gereja ”ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh 16:13).

243-248

 

 

48. Bagaimana Gereja mengungkapkan iman trinitarisnya?

 

Gereja mengungkapkan iman trinitarisnya dengan percaya kepada keesaan Allah yang dalam-Nya terdapat tiga Pribadi, Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Ketiga Pribadi ilahi ini hanya satu Allah karena masing-masing memiliki secara setara kepenuhan kodrat ilahi yang satu dan tak terbagi. Mereka berbeda satu sama lain karena relasi yang menghubungkan mereka satu sama lain. Bapa melahirkan Putra, Putra dilahirkan oleh Bapa, Roh Kudus keluar dari Bapa dan Putra.

249-256; 266

 

 

49. Bagaimana ketiga Pribadi Ilahi ini bekerja?

 

Tidak terpisahkan dalam satu hakikat, ketiga Pribadi Ilahi ini juga tidak terpisahkan dalam aktivitas mereka. Tritunggal mempunyai satu tindakan yang satu dan sama. Namun di dalam tindakan yang satu ini, setiap Pribadi hadir menurut cara adanya yang khas baginya di dalam Tritunggal.

257-260; 267

 

”Ya Allahku, Tritunggal yang kusembah …

berilah damai di dalam jiwaku;

jadikanlah ini surga-Mu, tempat tinggal-Mu yang tercinta

dan tempat istirahat-Mu.

Semoga aku tak pernah meninggalkan-Mu,

tetapi tetap tinggal di situ, seluruhnya dan seutuhnya,

siap sedia di dalam imanku, sepenuhnya memuja-Mu,

dan sepenuhnya menyerahkan diriku kepada tindakan kreatif-Mu”

(Elizabet dari Tritunggal)

 

 

50. Apa artinya mengatakan bahwa Allah itu mahakuasa?

 

Allah mewahyukan diri-Nya sebagai ”Dia yang kuat, Dia yang kuasa” (Mzm 24:8), sebagai Dia ”yang bagi-Nya tidak ada yang mustahil” (Luk 1:37). Kemahakuasaan-Nya itu universal, gaib, dan yang menunjukkan Diri-Nya di dalam penciptaan dunia dari ketiadaan dan penciptaan manusia dari cinta, tetapi terutama menunjukkan Diri-Nya dalam Penjelmaan dan Kebangkitan Putra-Nya, dalam anugerah pengangkatan anak dan dalam pengampunan dosa-dosa. Karena hal inilah, Gereja mengalamatkan doa-doanya kepada ”Allah yang mahakuasa dan kekal” (”Omnipotens sempiterne Deus ...”).

268-278

 

 

51. Apa pentingnya mengatakan, ”Pada awal mula, Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej 1:1)?

 

Maknanya, penciptaan itu dasar dari semua rencana penyelamatan Allah. Tindakan penciptaan itu menunjukkan kekuasaan dan cinta bijaksana Allah, merupakan langkah pertama menuju kepada perjanjian antara Allah dengan umat-Nya. Penciptaan merupakan permulaan sejarah keselamatan yang memuncak dalam diri Kristus, dan jawaban pertama terhadap pertanyaan dasar kita mengenai asal dan tujuan akhir.

279-289; 315

 

 

52. Siapa yang menciptakan dunia?

 

Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah prinsip penciptaan yang satu dan tak terpisahkan walaupun karya penciptaan dunia secara khusus dikenakan kepada Allah Bapa.

290-292; 316

 

 

53. Mengapa dunia diciptakan?

 

Dunia diciptakan bagi kemuliaan Allah yang ingin menunjukkan dan mengomunikasikan kebaikan, kebenaran, dan keindahan-Nya. Tujuan akhir penciptaan, Allah menjadi ”semua di dalam semua” dalam Diri Kristus (1Kor 15:28) untuk kemuliaan-Nya dan kebahagiaan kita.

293-294; 319

 

”Kemuliaan Allah adalah manusia yang sungguh-sungguh hidup, terlebih lagi

kehidupan manusia menjadi penampakan Allah”

(Santo Ireneus)

 

54. Bagaimana Allah menciptakan semesta alam?

 

Dari kehendak bebas-Nya, Allah menciptakan semesta alam dalam kebijaksanaan dan cinta. Dunia diciptakan bukan karena kebutuhan, atau takdir buta, ataupun kebetulan. Allah menciptakan dari ketiadaan (ex nihilo) (2Mak 7:28) sebuah dunia yang teratur dan baik. Ia jauh mengatasi ciptaan-Nya. Allah memelihara ciptaan-Nya dalam keberadaan dan menopangnya, memberinya kemampuan untuk bertindak, membimbingnya menuju kepenuhannya melalui Putra-Nya dan Roh Kudus.

295-301; 317-320

 

 

55. Apa penyelenggaraan ilahi itu?

 

Penyelenggaraan ilahi terletak pada kesediaan Allah untuk membimbing makhluk-makhluk ciptaan-Nya menuju tujuan akhir mereka. Allah adalah Tuan yang berkuasa atas rencana-Nya. Tetapi untuk melaksanakannya, Allah juga berkehendak untuk bekerja sama dengan makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Allah menganugerahkan kepada makhluk-makhluk ciptaan-Nya martabat untuk dapat bertindak dari kebebasan mereka sendiri dan saling memimpin satu sama lain.

302-306; 321

 

 

56. Bagaimana kita bekerja sama dengan penyelenggaraan ilahi?

 

Dengan tetap menghormati kebebasan kita, Allah meminta kita untuk bekerja sama dengan-Nya dan memberikan kepada kita kemampuan untuk melaksanakannya melalui semua tindakan, doa, dan penderitaan kita. Jadi, Allah membangkitkan dalam diri kita ”kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Flp 2:13).

307-308; 323

 

 

57. Jika Allah itu mahakuasa dan mahabaik, mengapa ada kejahatan?

 

Terhadap pertanyaan ini, yang menyedihkan dan sekaligus juga misterius, hanya keseluruhan iman Kristenlah yang dapat memberikan jawaban. Allah sama sekali bukanlah penyebab kejahatan, baik langsung maupun tidak langsung. Dia menerangi misteri kejahatan di dalam Putra-Nya, Yesus Kristus, yang wafat dan bangkit untuk mengalahkan kejahatan moral itu, yaitu dosa manusia, yang menjadi akar dari semua kejahatan lain.

309-310; 324, 400

 

 

58. Mengapa Allah mengizinkan kejahatan ada?

 

Iman memberikan kepastian kepada kita bahwa Allah tidak akan mengizinkan kejahatan jika Dia tidak menyebabkan suatu kebaikan yang datang dari kejahatan itu. Hal ini dilaksanakan oleh Allah dengan cara yang menakjubkan dalam wafat dan kebangkitan Kristus. Kenyataannya, dari kejahatan moral yang paling besar dari semuanya (pembunuhan Putra-Nya), Dia membawa kebaikan yang paling besar dari semuanya (kemuliaan Kristus dan penebusan kita).

311-314; 324

 

 

 

Prev   -   Next

 

   

@ Anyo - Katedral Sintang|Indeks|Home