|Home |Indeks |

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMPENDIUM KGK
 

BAGIAN SATU

PENGAKUAN IMAN

  

SEKSI DUA

PENGAKUAN IMAN KRISTEN

  

BAB DUA

 AKU PERCAYA AKAN YESUS KRISTUS,

PUTRA ALLAH YANG TUNGGAL

 

 

”YESUS DIKANDUNG DARI KUASA ROH KUDUS,

DILAHIRKAN OLEH PERAWAN MARIA”

 

85. Mengapa Putra Allah menjadi manusia?

 

456-460 Untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita, Putra Allah menjelma menjadi manusia dalam rahim Perawan Maria dengan kuasa Roh Kudus. Dia melakukannya untuk mendamaikan kita orang berdosa dengan Allah, untuk mengenal cinta Allah yang tak terbatas, untuk menjadi teladan kesucian kita, dan agar kita ”mengambil bagian dalam kodrat ilahi” (2Ptr 1:4).

 

 

86. Apa arti kata ”Penjelmaan”?

 

Gereja menyebut misteri kesatuan Kudus kodrat ilahi dan manusiawi dalam satu Pribadi Ilahi ini dengan ”Penjelmaan”. Demi keselamatan kita, Putra Manusia telah menjadi ”daging” (Yoh 1:1-14) dan sungguh-sungguh menjadi manusia. Iman akan Penjelmaan merupakan ciri khas iman Kristen.

461-463; 483

 

 

87. Dengan cara bagaimana Yesus Kristus itu sungguh-sungguh Allah dan

sungguh-sungguh manusia?

 

Yesus secara tak terpisahkan adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh sungguh manusia dalam kesatuan Pribadi Ilahi-Nya. Sebagai Putra Allah, yang ”dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa”, Dia telah menjadi sungguhsungguh manusia, saudara kita, tetapi tetap sebagai Allah kita.

469’ 464-467

 

 

88.  Apa yang diajarkan oleh Konsili Kalsedon (tahun 451) dalam hal ini?

 

Konsili Kalsedon mengajar kita untuk mengakui ”Putra yang satu dan sama, Tuhan kita, Yesus Kristus, sempurna dalam kemanusiaan-Nya, sungguh-sungguhAllah dan sungguh-sungguh manusia, terdiri dari jiwa yang rasional dan badan, sehakikat dengan Bapa karena keilahian-Nya, ‘sama seperti kita dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa’ (Ibr 4:15), berasal dari Bapa sebelum segala abad menurut keilahian-Nya, dan pada masa yang terakhir ini dilahirkan dari Maria, Perawan dan Bunda Allah, menurut kemanusiaan-Nya, untuk kita dan untuk keselamatan kita.”

467

 

 

89. Bagaimana Gereja mengungkapkan Misteri Penjelmaan?

 

Gereja mengakui bahwa Yesus Kristus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, dengan dua kodrat, kodrat Allah dan manusia, tanpa tercampur satu sama lain, tetapi dipersatukan dalam Pribadi Sabda. Karena itu, dalam kemanusiaan Yesus, segala hal – mukjizat, penderitaan, dan kematian-Nya – harus dilihat dalam rangka Pribadi Ilahi-Nya yang bertindak melalui kodrat manusia yang dipeluk-Nya.

464-470; 479-481

 

”Ya Putra Tunggal dan Sabda Allah, Engkau yang abadi, Engkau yang telah sudi

menjelma menjadi manusia dari Bunda Allah yang tetap perawan, Maria (…),

Engkaulah satu dari Tritunggal , yang bersama dengan Bapa dan Roh Kudus,

selamatkanlah kami!”

(Liturgi Byzantin dari Santo Yohanes Krisostomus)

 

 

90. Apakah Putra Allah yang menjelma itu mempunyai jiwa dengan pengetahuan manusia?

 

Putra Manusia mengambil tubuh yang mempunyai jiwa manusiawi yang rasional. Dengan intelek manusia-Nya, Yesus belajar banyak hal lewat pengalaman, tetapi juga sebagai Putra Allah, Dia mempunyai pengetahuan langsung dan hubungan erat dengan Allah Bapa-Nya. Dia juga memahami pikiran rahasia manusia dan rencana-rencana abadi yang diwahyukan-Nya.

470-474 ; 482

 

 

91.  Bagaimana keselarasan antara kehendak ilahi dan kehendak Sabda

yang menjadi daging?

 

Yesus mempunyai kehendak ilahi dan manusiawi. Dalam kehidupan-Nya di dunia, Putra Manusia secara manusiawi menghendaki semua yang sudah diputuskan secara ilahi bersama Bapa dan Roh Kudus untuk keselamatan kita. Kehendak manusiawi Kristus mengikuti sepenuhnya kehendak ilahi tanpa ada pertentangan, atau dengan kata lain, kehendak manusiawi-Nya menempatkan dirinya di bawah kehendak ilahi.

475; 482

 

 

92. Apakah Kristus mempunyai tubuh manusiawi yang sesungguhnya?

 

Kristus telah mengenakan tubuh manusiawi yang sesungguhnya sehingga melalui Dia, Allah yang tak kelihatan menjadi kelihatan. Atas dasar itu, Kristus dapat dilukiskan dan dihormati dalam gambar-gambar kudus.

476-477

 

 

93.  Apa yang ditunjukkan oleh hati Yesus?

 

Yesus telah mengenal dan mencintai kita dengan hati seorang manusia. Hati-Nya yang ditembus demi keselamatan kita merupakan lambang cinta tak terbatas kepada Bapa dan setiap manusia.

478

 

 

94. Apa arti ungkapan ”dikandung dengan kuasa Roh Kudus ...”?

 

Ungkapan ini berarti bahwa Perawan Maria mengandung Putra abadi di dalam rahimnya melalui kuasa Roh Kudus tanpa campur tangan seorang lelaki. Malaikat mengatakan hal ini kepadanya pada peristiwa Pewartaan kabar sukacita bahwa ”Roh Kudus akan turun atasmu” (Luk 1:35).

484-486

 

 

95.  ”… Dilahirkan oleh Perawan Maria”: Mengapa Maria sungguh-sungguh Bunda Allah?

 

Maria sungguh-sungguh Bunda Allah karena dia adalah Bunda Yesus (Yoh 2:1; 19:25). Dia yang dikandung oleh kuasa Roh Kudus dan menjadi sungguh-sungguh Putranya itu adalah Putra Abadi dari Allah Bapa. Dia adalah Allah sendiri.

495; 509

 

 

96. Apa arti ”Dikandung tanpa dosa”?

 

Secara bebas, Allah sudah memilih Maria sejak kekal untuk menjadi Bunda Putra-Nya. Untuk melaksanakan misinya, dia sendiri dikandung tanpa noda. Berarti, karena rahmat Allah dan karena jasa-jasa Yesus Kristus, Maria dikecualikan dari dosa asal sejak dalam kandungan.

487-492; 508

 

 

97. Bagaimana Maria turut berperan dalam rencana penyelamatan?

 

Dengan rahmat Allah, Maria dibebaskan dari setiap dosa pribadi selama hidupnya. Dia adalah orang yang ”penuh rahmat” (Luk 1:28), ”yang Kudus seluruhnya”. Ketika malaikat mewartakan kepadanya bahwa dia akan melahirkan ”Anak Allah Yang Mahatinggi” (Luk 1:32), dia dengan bebas memberikan jawaban dengan ”ketaatan iman” (Rom 1:5). Jadi, Maria memberikan dirinya sendiri seutuhnya kepada pribadi dan karya Putranya Yesus, dengan merangkul sepenuhnya kehendak ilahi menyangkut keselamatan umat manusia.

493-494; 508-511

 

 

98. Apa arti Yesus dikandung oleh seorang perawan?

 

Yesus dikandung oleh seorang perawan berarti bahwa Yesus dikandung dalam rahim Perawan melulu karena kuasa Roh Kudus tanpa campur tangan seorang lelaki. Dia adalah Putra Bapa surgawi menurut kodrat ilahi-Nya dan Putra Maria menurut kodrat manusiawi-Nya. Tetapi, Dia adalah Putra Allah dalam kedua kodrat itu karena dalam Dia hanya terdapat satu Pribadi, yaitu Pribadi yang ilahi.

496-498; 503

 

 

99. Dalam arti apa Maria selalu perawan?

 

Maria selalu perawan dalam arti ”tetap seorang perawan dalam mengandung Putranya, tetap seorang perawan ketika melahirkan Yesus, tetap seorang perawan ketika merawat-Nya, tetap seorang perawan selama menyusui-Nya, selalu tetap seorang perawan” (Santo Agustinus). Karena itu, waktu Injil mengatakan ”Saudarasaudari Yesus”, itu dimaksudkan sebagai keluarga-keluarga dekat Yesus, sesuai dengan cara bicara Kitab Suci.

499-507 ; 510-511

 

 

100. Dalam arti apa keibuan spiritual Maria itu universal?

 

Maria hanya mempunyai satu Putra, Yesus, tetapi di dalam Dia keibuan spiritualnya melingkupi semua yang diselamatkan-Nya. Dengan taatnya berdiri di sisi Adam yang baru, sang Perawan Maria adalah Hawa yang baru, bunda sejati dari semua yang hidup, yang dengan cinta seorang ibu bekerja sama dalam kelahiran dan perkembangan mereka dalam suasana rahmat Perawan dan Bunda, Maria merupakan figur Gereja, realisasinya yang paling sempurna.

501-507; 511

 

 

101. Dalam arti apa hidup Kristus adalah sebuah misteri?

 

Seluruh hidup Kristus merupakan pewahyuan. Apa yang dapat dilihat dalam hidup Yesus di dunia ini membawa kita kepada misteri Putra ilahi yang tak kelihatan barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh 14:9). Lebih dari itu, walaupun keselamatan datang sepenuhnya melalui salib dan kebangkitan, seluruh hidup Kristus merupakan suatu misteri penebusan karena segala sesuatu yangdikerjakan, dikatakan, dan diderita Yesus bertujuan untuk penyelamatan umat manusia yang sudah jatuh dan untuk pemulihan panggilan mereka sebagai anak-anak Allah.

512-521; 561-562

 

 

102. Bagaimana Allah mempersiapkan dunia untuk misteri Kristus?

 

Allah mempersiapkan kedatangan Putra-Nya selama berabad-abad. Dia membangkitkan dalam hati manusia sebuah harapan samar-samar tentang kedatangan ini, dan Dia mempersiapkannya secara khusus melalui Perjanjian Lama, yang berpuncak pada Yohanes Pembaptis, nabi terbesar dan terakhir. Kita menghidupkan kembali periode panjang penantian ini dalam upacara liturgi tahunan selama masa Adven.

522-524

 

 

103. Apa yang diajarkan Injil tentang misteri kelahiran dan kanak-kanak

Yesus?

 

Pada hari Natal, kemuliaan surgawi ditampakkan dalam seorang bayi yang lemah; Upacara sunat merupakan tanda bahwa Yesus termasuk bangsa Yahudi dan merupakan prefigurasi pembaptisan kita; Epifani merupakan penampakan Mesias Raja Israel kepada semua bangsa; waktu Yesus dipersembahkan di kenisah, Simeon dan Anna merupakan simbol semua antisipasi Israel yang sedang menanti untuk bertemu dengan Penyelamat mereka; Pengungsian ke Mesir dan pembunuhan para bayi yang tak bersalah menunjukkan bahwa seluruh kehidupan Yesus akan ditandai oleh penganiayaan; Kembali dari Mesir mengenangkan kembali peristiwa keluaran dan menghadirkan Yesus sebagai Musa baru, pembebas sejati dan definitif.

525-530 ; 563-564

 

 

104. Mengajarkan apa kehidupan Yesus yang tersembunyi selama di Nazaret?

 

Dalam kehidupan-Nya yang tersembunyi di Nazaret, Yesus tinggal sebagai orang biasa. Hal itu mengajarkan kepada kita untuk masuk ke dalam persahabatan dengan Dia dalam kesucian yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari yang diisi dengan doa, kesederhanaan, pekerjaan, dan cinta keluarga. Ketaatan-Nya kepada Maria dan Yosef, bapa asuh-Nya, merupakan gambaran ketaatan sang Putra kepada Bapa. Maria dan Yosef menerima dalam iman misteri Yesus ini walaupun mereka tidak selalu dapat memahaminya.

533-534; 564

 

 

105. Mengapa Yesus menerima ”baptis pertobatan untuk pengampunan dosa-dosa” dari Yohanes (Luk 3:3)?

 

Untuk menandai penampilan Yesus di muka umum dan mengantisipasi ”Pembaptisan” kematian-Nya, Dia yang tanpa dosa menerima untuk dihitung di kalangan para pendosa. Dia adalah ”Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29). Bapa menyatakan Dia sebagai ”Anak-Nya yang Kukasihi” (Mat 3:17) dan Roh Kudus turun ke atas-Nya. Pembaptisan Yesus merupakan prefigurasi pembaptisan kita.

535-537 ; 565

 

 

106. Pelajaran apa yang kita dapat dari godaan Yesus di padang gurun?

 

Godaan Yesus di padang gurun mengulangi godaan Adam di Taman Firdaus dan godaan-godaan Israel di padang gurun. Setan menggoda Yesus terkait dengan ketaatan-Nya terhadap misi yang diberikan Bapa kepada-Nya. Kristus, Adam baru, tetap teguh dan kemenangan-Nya merupakan pewartaan kemenangan atas penderitaan yang merupakan puncak dari ketaatan cinta Sang Putra. Gereja mempersatukan dirinya dengan misteri ini secara khusus dalam liturgi masa Puasa (Prapaskah).

538-540 ; 566

 

 

107. Siapa saja yang diundang masuk ke dalam Kerajaan Allah yang diwartakan

dan diwujudkan oleh Yesus?

 

Semua orang diundang oleh Yesus untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Bahkan, para pendosa yang paling jahat pun dipanggil untuk bertobat dan menerima kerahiman Bapa yang tak terbatas. Di dunia ini pun Kerajaan Allah milik mereka yang menerimanya dengan rendah hati. Bagi merekalah misteri Kerajaan dinyatakan.

541-546; 567

 

  

108. Mengapa Yesus menyatakan Kerajaan itu lewat tanda dan mukjizat?

 

Yesus melengkapi sabda dengan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat untuk memberi kesaksian bahwa Kerajaan itu hadir dalam diri-Nya, Sang Mesias. Walaupun Dia menyembuhkan beberapa orang, Dia datang tidak untuk menghapuskan semua kejahatan di dunia ini, tetapi untuk membebaskan kita secara khusus dari perbudakan dosa. Pengusiran setan menjadi pewartaan bahwa salib-Nya akan menang terhadap ”penguasa dunia ini” (Yoh 12:31).

547-550 ; 567

 

 

109. Dalam Kerajaan Allah, kekuasaan apa yang akan dianugerahkan Yesus kepada para Rasul-Nya?

 

Yesus memilih dua belas Rasul yang akan menjadi saksi kebangkitan-Nya, dan mengajak mereka untuk ikut ambil bagian dalam misi-Nya, kuasa untuk mengajar, mengampuni dosa-dosa, membangun dan memerintah Gereja. Dalam komunitas ini, Petrus menerima ”kunci Kerajaan Surga” (Mat 16:19) dan menduduki tempat pertama dengan misi memelihara integritas imannya dan menguatkan saudara-saudaranya.

551-553 ; 567

 

 

110. Apa arti Transfigurasi?

 

Transfigurasi terutama menunjuk Tritunggal, ”Bapa di dalam rupa suara, Putra di dalam diri manusia Yesus, Roh Kudus di dalam rupa awan yang bersinar” (Santo Thomas Aquinas). Berbicara dengan Musa dan Elia tentang ”kepergian-Nya” (Luk 9:31), Yesus mewahyukan bahwa kemuliaan-Nya datang melalui salib, dan Dia mengantisipasi kebangkitan dan kedatangan-Nya yang mulia ”yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia” (Flp 3:21).

554-556; 568

 

 

”Engkau ditransfigurasikan di atas gunung,

dan murid-murid-Mu, sejauh mereka mampu,

menyaksikan kemuliaan-Mu, ya Kristus, Allah kami

sehingga apabila mereka melihat Engkau disalibkan

mereka akan mengerti

bahwa penderitaan-Mu telah Engkau tanggung dengan rela

dan mewartakan kepada dunia

bahwa Engkau benar-benar cahaya Bapa”

(Liturgi Bizantin)

 

111. Bagaimana Sang Mesias masuk ke Yerusalem?

 

Pada saat yang sudah ditentukan, Yesus memilih masuk ke Yerusalem untuk mengalami penderitaan dan kematian-Nya, kemudian bangkit dari kematian. Sebagai Mesias, Raja yang mewartakan kedatangan Kerajaan Allah, Dia masuk ke dalam kota dengan menaiki seekor keledai. Dia disambut oleh anak-anak kecil yang seruan pujiannya dipakai sebagai seruan Kudus dalam liturgi Ekaristi, ”Diberkatilah Dia yang datang dalam Nama Tuhan! Hosana (selamatkanlah kami)” (Mat 21:9). Liturgi Gereja memulai Pekan Suci dengan merayakan masuknya Yesus ke Yerusalem.

557-560; 569-570

 

 

Prev   -   Next

 

   

@ Anyo - Katedral Sintang|Indeks|Home