|Home |Indeks |

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMPENDIUM KGK
 

BAGIAN SATU

PENGAKUAN IMAN

  

SEKSI DUA

PENGAKUAN IMAN KRISTEN

  

BAB DUA

 AKU PERCAYA AKAN YESUS KRISTUS,

PUTRA ALLAH YANG TUNGGAL

 

 

”YESUS KRISTUS MENDERITA SENGSARA DALAM PEMERINTAHAN

PONTIUS PILATUS, DISALIBKAN, WAFAT, DAN DIMAKAMKAN”

 

 

112. Apa arti penting Misteri Paskah Yesus?

 

Misteri Paskah Yesus, yang meliputi sengsara, wafat, kebangkitan, dan pemuliaan-Nya, merupakan pusat iman Kristen karena rencana Allah untuk menyelamatkan dunia telah terlaksana satu kali untuk selamanya melalui wafat Putra-Nya, Yesus Kristus.

571-573

 

 

113. Tuduhan apa yang menyebabkan Yesus dihukum mati?

 

Beberapa pemimpin Israel menuduh Yesus telah bertindak melawan hukum, kenisah di Yerusalem, dan khususnya melawan iman akan satu Allah karena Dia mengumumkan Diri-Nya sebagai Putra Allah. Untuk alasan inilah mereka menyerahkan Dia ke tangan Pilatus agar dihukum mati.

574-576

 

 

114. Bagaimana sikap Yesus sendiri terhadap Hukum Israel?

 

Yesus tidak menghapuskan Hukum yang diberikan Allah kepada Musa di Gunung Sinai, tetapi menggenapinya dengan memberinya interpretasi definitif. Dia sendiri adalah Pembuat Hukum ilahi yang sepenuhnya melaksanakan Hukum ini. Terlebih, sebagai Hamba yang setia, Dia mempersembahkan kurban satu-satunya yang mampu menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama Perjanjian yang pertama” (Ibr 9:15) melalui kematian-Nya.

577-582; 592

 

 

115. Bagaimana sikap Yesus terhadap kenisah di Yerusalem?

 

Yesus dituduh melawan kenisah, tetapi sebenarnya yang terjadi sebaliknya, Dia menghormatinya sebagai ”rumah Bapa-Ku” (Yoh 2:16), dan di sana pulalah Dia memberikan bagian yang penting dari ajaran-Nya. Tetapi, Dia juga meramalkan kehancurannya dalam hubungan dengan kematian-Nya, dan Dia menyebut Diri-Nya sendiri sebagai tempat tinggal definitif Allah di antara manusia.

583-586; 593

 

 

116. Apakah Yesus bertentangan dengan iman Israel mengenai satu Allah dan satu penyelamat?

 

Yesus tidak pernah menolak iman akan satu Allah, bahkan tidak juga ketika  Dia melaksanakan karya ilahi, yang memenuhi janji mesianis dan mewahyukan Diri-Nya setara dengan Allah, yaitu dalam pengampunan dosa. Namun, panggilan untuk percaya kepada Yesus dan seruan tobat menimbulkan kesalahpahaman San hedrin yang mengadili dan menganggap-Nya layak dihukum mati sebagai penghujat.

587-591; 594

 

 

117. Siapa yang bertanggung jawab atas kematian Yesus?

 

Penderitaan dan kematian Yesus tidak dapat ditimpakan secara serampangan kepada semua orang Yahudi yang hidup pada zaman itu ataupun kepada keturunan mereka. Setiap pendosa, yaitu setiap manusia, betul-betul merupakan sebab dan alasan penderitaan Sang Penebus, dan kesalahan lebih besar dalam hal ini jatuh kepada mereka, terutama pengikut Kristus, yang semakin sering jatuh ke dalam dosa atau yang merasa senang akan keburukan dosa.

595-598

 

 

118. Mengapa kematian Yesus merupakan bagian dari rencana Allah?

 

Untuk mendamaikan dengan Diri-Nya semua yang ditentukan mati karena dosa, Allah berinisiatif mengutus Putra-Nya yang menyerahkan Diri bagi para pendosa. Seperti telah diwartakan dalam Perjanjian Lama, secara khusus mengenai kurban Hamba yang Menderita, kematian Yesus terjadi ”sesuai dengan Kitab Suci”.

599-605; 619;

 

 

119. Dengan cara apa Kristus menyerahkan Diri-Nya kepada Bapa?

 

Seluruh kehidupan Kristus merupakan persembahan kepada Bapa untuk melaksanakan rencana penyelamatan-Nya. Dia memberikan ”nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45), dan dengan cara ini, Dia mendamaikan seluruh umat manusia dengan Allah. Penderitaan dan kematian-Nya menunjukkan bahwa kodrat kemanusiaan Yesus merupakan sarana cinta ilahi yang sempurna dan berkehendak bebas menyelamatkan seluruh umat manusia.

606-609 ; 620

 

 

120. Bagaimana persembahan diri Yesus diungkapkan pada Perjamuan Malam Terakhir?

 

Pada Perjamuan Malam Terakhir bersama dengan para Rasul-Nya, Yesus mengantisipasi dua hal, yaitu simbolisasi penyerahan Diri-Nya dan membuatnya betul-betul hadir. ”Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu” (Luk 22:19), ”Inilah Darah-Ku yang ditumpahkan ...” (Mat 26:28). Jadi, Yesus menetapkan Ekaristi sebagai ”kenangan” (1Kor 11:25) akan kurban-Nya dan menetapkan para Rasul-Nya sebagai imam-imam perjanjian baru

610-611; 621

 

 

121. Apa yang terjadi pada sakrat maut di Taman Getsemani?

 

Walaupun mengalami kengerian karena kematian manusiawi Yesus ”yang adalah Pemimpin kepada hidup” (Kis 3:15), kehendak manusiawi Putra Allah tetap selaras dengan kehendak Bapa demi keselamatan kita. Yesus menerima tugas untuk memikul dosa-dosa kita di dalam Tubuh-Nya yang ”taat sampai mati” (Flp 2:8).

612

 

 

122. Apa buah dari kurban Yesus di salib?

 

Secara bebas, Yesus menyerahkan hidup-Nya sebagai kurban silih, yaitu bahwa Dia telah memulihkan kita dari dosa-dosa kita dengan ketaatan penuh cinta sampai mati. Cinta Sang Putra Allah ”sampai pada kesudahannya” (Yoh 13:1) ini mendamaikan kembali seluruh umat manusia dengan Bapa. Karena itu, kurban Paskah Kristus menebus umat manusia dengan cara yang unik, sempurna, dan definitif, dan membuka persekutuan dengan Allah.

613-617; 622-623

 

 

123. Mengapa Yesus memanggil para murid-Nya untuk memanggul salib mereka?

 

Dengan memanggil para murid untuk memanggul salib dan mengikuti Dia, Yesus ingin mempersatukan mereka, sebagai ahli waris, dengan kurban penebusan-Nya.

618

 

 

124. Dalam kondisi bagaimana tubuh Kristus ketika dibaringkan dalam makam?

 

Kristus sungguh-sungguh mengalami kematian dan pemakaman. Walaupun demikian, kekuatan Allah mencegah tubuh-Nya mengalami kerusakan.

624-630

 

 

Prev   -   Next

 

   

@ Anyo - Katedral Sintang|Indeks|Home