|Home |Indeks |

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMPENDIUM KGK
 

BAGIAN DUA

PERAYAAN MISTERI KRISTEN

 

SEKSI DUA

 TUJUH SAKRAMEN GEREJA

  

 BAB DUA

 SAKRAMEN-SAKRAMEN PENYEMBUHAN

 

SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT

 

313. Bagaimana Perjanjian Lama memandang penyakit?

 

Dalam Perjanjian Lama, penyakit dialami sebagai tanda kelemahan dan sekaligus dipahami sebagai sesuatu yang terikat dengan dosa. Para nabi menyadari bahwa penyakit dapat juga mempunyai nilai penebusan bagi dosa-dosanya sendiri dan orang lain. Demikianlah, penyakit ini dialami di hadapan Allah yang kepada-Nya mereka mohon kesembuhan.

1499-1502

 

 

314. Apa makna bela rasa Yesus kepada orang sakit?

 

Bela rasa Yesus kepada orang sakit dan banyak penyembuhan yang dilakukan-Nya bagi yang sakit merupakan suatu tanda nyata bahwa Kerajaan Allah sudah datang bersama-Nya dan karena itu juga berarti kemenangan terhadap dosa, terhadap penderitaan, dan terhadap kematian. Dengan penderitaan dan kematian-Nya, Yesus memberikan makna baru kepada penderitaan kita yang jika dipersatukan dengan penderitaan-Nya dapat menjadi sarana pemurnian dan penyelamatan bagi kita dan bagi orang lain.

1503-1505

 

 

315. Bagaimana sikap Gereja terhadap orang sakit?

 

Setelah menerima tugas dari Allah untuk menyembuhkan orang sakit, Gereja berusaha melaksanakannya dengan merawat orang sakit dan menemani mereka dengan doa permohonan. Terlebih lagi, Gereja mempunyai Sakramen yang khusus ditujukan bagi orang sakit. Sakramen ini ditetapkan oleh Kristus dan ditegaskan oleh Santo Yakobus, ”Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan” (Yak 5:14).

1506-1513 ; 1526-1527

 

316. Siapa yang dapat menerima Sakramen pengurapan orang sakit?

 

Setiap anggota umat beriman dapat menerima Sakramen ini segera setelah dia berada dalam bahaya maut karena penyakit atau usia lanjut. Si sakit bisa menerima Sakramen ini beberapa kali jika penyakitnya bertambah berat atau karena ada penyakit berat lainnya. Upacara sakramen ini, jika memungkinkan, didahului dengan pengakuan dosa pribadi si sakit.

1514-15151; 528-1529

 

 

317. Siapa pelayan Sakramen ini?

 

Sakramen ini hanya dapat dilayani oleh Imam tertahbis (Uskup atau Pastor).

15161530

 

 

318. Bagaimana upacara Sakramen ini dilaksanakan?

 

Upacara Sakramen ini secara esensial terdiri dari pengurapan dengan minyak yang, sedapat mungkin, diberkati oleh Uskup. Pengurapan ini diberikan pada dahi dan kedua tangan si sakit (ritus Roma) atau juga bagian-bagian tubuh lainnya (dalam ritus lainnya) diiringi dengan doa Imam yang memohon rahmat khusus Sakramen ini bagi si sakit.

1517-1519; 1531

 

 

319. Apa buah Sakramen ini?

 

Sakramen ini memberikan rahmat khusus yang mempersatukan si sakit lebih erat dengan Pribadi Kristus untuk kebaikannya dan kebaikan seluruh Gereja. Sakramen ini memberikan penghiburan, kedamaian, keberanian, dan bahkan pengampunan dosa jika si sakit tidak mampu mengakukan dosanya. Kadang-kadang jika dikehendaki Allah, Sakramen ini bahkan dapat mengembalikan kesehatan fisik. Secara umum, Pengurapan ini mempersiapkan si sakit untuk perjalanan menuju Rumah Bapa.

1520-1523; 1532

 

 

 

320. Apa itu viaticum?

 

Viaticum adalah Ekaristi Kudus yang diterima oleh mereka yang akan meninggalkan kehidupan dunia ini dan mempersiapkan diri untuk perjalanan menuju kehidupan kekal. Komuni dalam rupa tubuh dan darah Kristus yang wafat dan bangkit dari mati, yang diterima pada saat keberangkatan dari dunia ini menuju Bapa, merupakan benih kehidupan kekal dan kekuatan kebangkitan.

1524-1525

 

 

Prev   -   Next

 

   

@ Anyo - Katedral Sintang|Indeks|Home