|Home |Indeks |

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMPENDIUM KGK
 

BAGIAN TIGA

HIDUP DALAM KRISTUS

 

SEKSI SATU

 PANGGILAN MANUSIA: HIDUP DALAM ROH

 

 BAB SATU

 MARTABAT PRIBADI MANUSIA

 

 

MORALITAS NAFSU

 

370. Apa itu nafsu?

 

Nafsu ialah perasaan, emosi, atau gerakan dari selera yang dirasakan – komponen alamiah dari psikologi manusia – yang mendorong manusia untuk bertindak atau tidak bertindak menurut apa yang dipandangnya baik atau buruk. Nafsu-nafsu yang penting ialah cinta dan benci, keinginan dan ketakutan, kegembiraan, kesedihan, dan kemarahan. Nafsu yang utama ialah cinta yang didorong oleh kebaikan. Seseorang hanya dapat mencintai apa yang baik, entah nyata entah palsu.

1762-1766; 1771-1772

 

 

 371. Secara moral, nafsu itu baik atau buruk?

 

Nafsu, sejauh merupakan gerakan selera yang bisa dirasakan, tidak baik dan juga tidak buruk pada dirinya sendiri. Nafsu bisa menjadi baik jika ikut andil dalam melaksanakan suatu tindakan yang baik, dan bisa menjadi buruk dalam hal sebaliknya. Nafsu bisa diangkat menjadi keutamaan atau dibelokkan oleh kebiasaan buruk.

1767-1770; 1773-1775

  

 

SUARA HATI MORAL

 

372. Apakah suara hati moral itu?

 

Suara hati moral yang terdapat dalam hati setiap orang merupakan suatu pertimbangan akal budi yang muncul pada saat tertentu dan mengarahkannya untuk melakukan yang baik dan menghindari yang jahat. Berkat suara hati moral ini, pribadi manusia memahami kualitas moral suatu tindakan untuk dilaksanakan atau sudah dilakukan, membuat dia bisa mengambil tanggung jawab terhadap tindakannya. Jika betul-betul memperhatikan suara hati moral ini, orang bijak dapat mendengar suara Allah yang berbicara kepadanya.

1776-1780; 1795-1797 

 

 

373. Apa peranan martabat manusia berhadapan dengan suara hati moral ini?

 

Martabat pribadi manusia menuntut suara hati moral ini lurus dan benar (yang berarti sesuai dengan apa yang adil dan baik menurut hukum Allah). Karena menyangkut martabat manusia, tak seorang pun dapat dipaksa untuk melakukan tindakan yang berlawanan dengan suara hatinya, atau dihalangi untuk bertindak sesuai dengan suara hatinya, khususnya dalam hal-hal religius dan dalam batasbatas kebaikan umum.

1780-1782 ; 1798

 

 

374. Bagaimana membentuk suara hati agar menjadi lurus dan benar?

 

Suara hati yang lurus dan benar dibentuk melalui pendidikan, penghayatan Sabda Allah dan pengajaran Gereja, didukung oleh anugerah Roh Kudus dan dibantu oleh orang-orang bijak. Doa dan penelitian batin juga dapat sangat membantu pembentukan suara hati moral ini.

1783-1788 ; 1799-1800

 

 

375. Norma-norma apa yang selalu harus diikuti oleh suara hati?

 

Ada tiga norma umum: 1) seseorang tidak pernah boleh melakukan sesuatu yang jahat untuk mendapatkan hasil yang baik darinya, 2) Hukum Emas mengatakan: ”Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Mat 7:12), 3) kasih selalu mulai dengan menghormati sesama dan suara hatinya walaupun ini bukan berarti menganggap baik apa yang secara objektif jahat.

1789

 

 

376. Apakah suara hati moral dapat membuat penilaian yang salah?

 

Seseorang harus selalu menaati penilaian yang keluar dari suara hatinya, tetapi ada kemungkinan dia membuat penilaian yang salah karena alasan-alasan yang mungkin berasal dari kesalahan orangnya. Tetapi, kesalahan dari suatu tindakan buruk yang dilakukan karena ketidaktahuan yang tak disengaja tidak dapat ditimpakan kepadanya. Namun demikian, tindakan tersebut tetaplah buruk secara objektif. Karena itu, seseorang harus berusaha untuk memperbaiki kesalahan suara hati moralnya.

1790-1794; 1801-1802

 

  

 

Prev   -   Next

 

   

@ Anyo - Katedral Sintang|Indeks|Home