|Home |Indeks |

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMPENDIUM KGK
 

BAGIAN TIGA

HIDUP DALAM KRISTUS

 

SEKSI DUA

SEPULUH PERINTAH ALLAH

 

BAB DUA

 ”KASIHILAH SESAMAMU SEPERTI DIRIMU SENDIRI”

 

PERINTAH KELIMA:

JANGAN MEMBUNUH

 

466. Mengapa harus menghormati kehidupan manusia?

 

Kehidupan manusia haruslah dihormati karena hidup itu suci. Sejak awal mula, hidup manusia ikut serta dalam tindakan kreatif Allah dan berada dalam hubungan yang khusus dengan Sang Pencipta, yang menjadi tujuan akhir satu-satunya. Menghancurkan secara langsung manusia yang tidak bersalah adalah tindakan melawan hukum. Ini sama sekali bertentangan dengan martabat pribadi manusia dan kekudusan Sang Pencipta. Orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak boleh kaubunuh” (Kel 23:7).

2258-2262 ; 2318-2320

 

 

467. Mengapa hak pribadi dan masyarakat untuk mempertahankan diri tidak bertentangan dengan norma ini?

 

Karena dalam mempertahankan diri, seseorang harus menghormati hak untuk hidup, baik dirinya sendiri maupun orang lain, dan tidak memilih untuk membunuh. Sungguh, karena seseorang bertanggung jawab atas kehidupan orang lain, hak untuk mempertahankan hidup bukan sekadar hak, tetapi juga sungguh menjadi kewajiban. Namun, harus dihindari penggunaan kekuatan yang tidak proporsional.

2263-2265

 

 

468. Apa tujuan hukuman?

 

Hukuman, yang diberikan secara paksa oleh otoritas publik yang sah, bertujuan untuk memulihkan kembali keteraturan yang dirusak oleh pelanggaran, mempertahankan

tatanan dan keamanan publik, dan mengoreksi pihak yang bersalah.

2266

 

 

469. Hukuman macam apa yang selayaknya diberikan?

 

Hukuman yang diberikan haruslah seimbang dengan berat-ringannya pelanggaran. Sekarang ini, negara mempunyai kemungkinan untuk mengamankan seseorang yang sudah melakukan tindakan kejahatan agar tidak berbahaya bagi orang lain atau masyarakat. ”Sangatlah jarang atau bahkan tidak ada” situasi saat eksekusi seorang pelaku kejahatan itu mutlak perlu (Evangelium Vitae). Jika sarana yang tidak mematikan itu memadai, otoritas harus membatasi diri pada sarana tersebut karena cara itu berkaitan erat dengan kondisi konkret kebaikan umum dan terlebih menghormati pribadi manusia. Kecuali itu, jangan sampai meniadakan kemungkinan untuk memperbaiki diri bagi pihak yang bersalah.

2267

 

 

470. Apa yang dilarang oleh perintah kelima?

 

Perintah kelima melarang hal-hal di bawah ini sebagai yang sangat bertentangan dengan hukum moral:

 

Pembunuhan langsung dan disengaja dan kerja sama untuk melakukannya.

 

Aborsi langsung yang dikehendaki, baik sebagai tujuan maupun sarana, termasuk juga kerja sama untuk melakukannya. Terkait dengan dosa ini ialah hukuman ekskomunikasi karena sejak saat dikandung manusia wajib dihormati secara mutlak dan dilindungi keutuhannya.

 

Euthanasia langsung yang meliputi pengakhiran hidup orang yang cacat, sakit, atau mereka yang dekat dengan kematian lewat suatu tindakan atau tidak melakukan tindakan yang diperlukan.

 

Bunuh diri dan kerja sama yang sadar dan disengaja, sejauh merupakan pelanggaran berat melawan cinta kasih terhadap Allah, cinta kasih terhadap diri sendiri dan sesama. Tanggung jawab seseorang bisa menjadi lebih berat karena skandal yang diakibatkannya, atau berkurang jika orang tersebut terganggu secara psikologis atau mengalami ketakutan yang hebat.

2268-2283 ; 2321-2326

 

 

471. Prosedur medis apa yang diperkenankan jika kematian dianggap sudah mengancam?

 

Jika kematian sudah dianggap mengancam, perawatan biasa yang wajib diberikan kepada si sakit tidak boleh dihentikan. Penggunaan obat untuk menghilangkan atau meringankan rasa sakit dapat dibenarkan sejauh itu tidak berakibat atau bertujuan pada kematian. Perawatan yang ”amat berlebihan”, yaitu penggunaan prosedur pengobatan yang di luar proporsi tanpa harapan yang masuk akal untuk hasil yang positif, harus ditolak.

2278-2279

 

 

472. Mengapa masyarakat harus melindungi embrio?

 

Hak hidup yang tak terpisahkan dari setiap individu manusia sejak saat pertama dalam kandungan merupakan unsur pokok dan mutlak dari masyarakat sipil dan perundang-undangannya. Jika negara tidak menggunakan kekuasaannya untuk melindungi hak semua orang, secara khusus mereka yang lemah dan tak berdaya termasuk anak-anak yang belum lahir, landasan utama dari negara yang berdasarkan hukum itu runtuh.

2273-2274

 

 

473. Bagaimana orang menghindari skandal?

 

Skandal, yang mengandung arti membujuk orang lain untuk berbuat jahat, dihindari jika kita menghormati jiwa dan badan seseorang. Setiap orang yang dengan sengaja mengarahkan orang lain untuk melakukan dosa yang serius, dia sendiri melakukan pelanggaran berat.

2284-2287

 

 

474. Apa kewajiban kita terhadap badan kita?

 

Kita bertanggung jawab untuk merawat kesehatan fisik kita dan orang lain, tetapi perlu menghindarkan pemujaan tubuh dan ekses lainnya. Juga harus dihindari pemakaian obat-obat bius yang sangat merusak tubuh dan hidup kita, termasuk juga penyalahgunaan makanan, alkohol, tembakau, dan obat-obatan lainnya.

2288-2291

 

 

475. Bilamana eksperimen ilmiah, medis, psikologis terhadap pribadi atau kelompok manusia secara moral bisa dibenarkan?

 

Hal-hal tadi secara moral bisa dibenarkan jika dilakukan untuk kebaikan integral pribadi atau masyarakat, tanpa risiko yang tidak proporsional terhadap kehidupan, keutuhan fisik dan psikologis si subjek. Kecuali itu, si subjek harus diberi informasi selengkap mungkin dan kebebasan untuk memberikan persetujuannya.

2292-2295

 

 

476. Apakah transplantasi organ tubuh itu diperkenankan sebelum dan sesudah kematian?

 

Transplantasi organ secara moral bisa diterima jika si donor memberikan persetujuannya dan tanpa menyebabkan akibat-akibat yang luar biasa baginya. Perihal mendonorkan organ setelah kematian, harus betul-betul dipastikan bahwa si donor benar-benar sudah meninggal.

2296

 

 

477. Praktek-praktek apa yang bertentangan dengan hormat atas keutuhan tubuh pribadi manusia?

 

Praktek-praktek tersebut adalah penculikan dan penyanderaan, terorisme, kekerasan dan sterilisasi langsung. Amputasi dan mutilasi seseorang hanya bisa diperkenankan secara moral jika hal itu dilakukan untuk tujuan penyembuhan medis.

2297-2298

 

 

478. Perawatan apa yang harus diberikan kepada orang yang sedang mengalami sakrat maut?

 

Orang tersebut mempunyai hak untuk menjalani saat-saat terakhir hidupnya dengan layak, terutama didukung dengan doa-doa dan Sakramen yang mempersiapkannya untuk bertemu dengan Allah yang hidup.

2299

 

 

479. Bagaimana memperlakukan tubuh orang yang sudah meninggal?

 

Tubuh orang yang sudah meninggal harus diperlakukan dengan cinta dan hormat. Kremasi diperkenankan asal hal itu bukan merupakan penyangkalan iman akan kebangkitan badan.

2300-2301

 

 

480. Apa yang diminta oleh Allah kepada setiap orang berkenaan dengan damai?

 

Allah mewartakan ”Berbahagialah orang yang membawa damai” (Mat 5:9). Dia meminta kedamaian hati dan menegaskan imoralitas dari kemarahan yang merupakan keinginan untuk membalas dendam agar musuhnya menderita. Dia juga mengutuk kebencian yang membawa orang untuk menginginkan yang jahat terhadap sesamanya. Sikap-sikap ini, jika dikehendaki dan disetujui dengan sadar dan sengaja berkenaan dengan hal yang amat penting, merupakan dosa berat melawan cinta kasih.

2302-2303

 

 

481. Apa itu damai di bumi?

 

Damai di bumi ini, yang dibutuhkan untuk hormat dan perkembangan hidup manusia, bukan hanya sekadar tidak adanya perang atau perimbangan kekuasaan di antara kelompok-kelompok yang ada. Damai itu berarti ”ketenangan tatanan” (Santo Agustinus), ”akibat kebenaran” (Yes 32:17) dan hasil cinta kasih. Damai dunia merupakan gambaran dan buah damai Kristus.

2304-2305

 

 

482. Apa yang dibutuhkan untuk menciptakan damai di bumi?

 

Damai di bumi menuntut pembagian yang adil dan perlindungan hak milik pribadi, komunikasi bebas antarmanusia, hormat terhadap martabat pribadi dan bangsa, dan praktek keadilan dan persaudaraan yang terus-menerus.

2304 ; 2307-2308

 

 

483. Kapan diperbolehkan secara moral untuk menggunakan kekuatan militer?

 

Penggunaan kekuatan militer bisa dibenarkan secara moral jika memenuhi syarat-syarat berikut secara serentak:

 

– penderitaan yang diakibatkan oleh penyerang sudah begitu berat, akut, dan berlangsung lama,

– semua cara damai yang sudah dicoba terbukti tidak membawa hasil,

– ada dasar yang kuat dan prospek yang jelas akan keberhasilan,

– penggunaan senjata, terutama senjata-senjata modern yang bisa mengakibatkan kerusakan massal, tidak boleh berakibat lebih buruk daripada keadaan buruk aktual yang akan dihindarkan.

2307-2310

 

 

484. Dalam bahaya perang, siapa yang bertanggung jawab untuk memberikan penilaian terhadap kondisi ini?

 

Tanggung jawab ini berada di pundak para pejabat pemerintah yang sah, yang harus membuat penilaian bijaksana dan mempunyai hak untuk mewajibkan warga negara untuk membela negara. Tetapi, orang yang mempunyai keberatan suara hati merupakan kekecualian. Jika demikian, kewajiban membela negara bisa diganti dengan bentuk pelayanan lain untuk kepentingan masyarakat.

2309

 

485. Dalam kasus perang, apa yang dituntut oleh hukum moral?

 

Bahkan dalam keadaan perang, hukum moral tetap berlaku. Hukum moral ini menuntut perlakuan manusiawi terhadap orang-orang yang tidak berperang, tentara-tentara yang terluka dan para tawanan perang. Tindakan-tindakan sadar dan disengaja yang berlawanan dengan hukum bangsa-bangsa, dan perintah-perintah yang diberikan untuk tindakan tersebut merupakan suatu kejahatan serius. Ketaatan buta terhadap perintah itu tidak dapat dibenarkan secara moral. Tindakan-tindakan perusakan massal harus dikutuk, demikian pula pemusnahan etnis minoritas. Tindakan ini merupakan dosa yang sangat berat. Secara moral, orang wajib menolak perintah-perintah yang menyuruh melakukan tindakan-tindakan tersebut.

2312-2314; 2328

 

 

486. Apa yang harus dilakukan untuk menghindari perang?

 

Karena segala macam kejahatan, keburukan, dan ketidakadilan yang disebabkan oleh perang, kita harus melakukan segala yang mungkin untuk menghindarinya. Untuk tujuan ini, sangat pentinglah menghindari: akumulasi dan penjualan senjata yang tidak diatur oleh otoritas yang sah, segala bentuk ketidakadilan ekonomi dan sosial, diskriminasi kelompok etnis dan agama, iri hati, saling tidak percaya, kesombongan, dan keinginan untuk balas dendam. Segala sesuatu yang dilakukan untuk mengatasi hal-hal ini dan keburukan moral lainnya bisa menjadi sumbangan untuk menciptakan damai dan menghindari perang.

2315-2317 ; 2327-2330

 

 

 

Prev   -   Next

 

   

@ Anyo - Katedral Sintang|Indeks|Home