|Home |Indeks |

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMPENDIUM KGK
 

BAGIAN TIGA

HIDUP DALAM KRISTUS

 

SEKSI DUA

SEPULUH PERINTAH ALLAH

 

BAB DUA

 ”KASIHILAH SESAMAMU SEPERTI DIRIMU SENDIRI”

  

PERINTAH KEENAM:

JANGAN BERZINA

 

487. Tanggung jawab apa yang dimiliki manusia berkenaan dengan identitas seksualnya?

 

Allah telah menciptakan manusia sebagai laki-laki dan perempuan, setara dalam martabat pribadi mereka, dan memanggil mereka kepada cinta dan persatuan. Setiap orang harus menerima identitasnya sebagai laki-laki atau perempuan, mengenal perannya untuk keseluruhan pribadi, kekhususan, dan sikap saling melengkapi.

2331-2336 ; 2392-2393

 

 

488. Apa itu kemurnian?

 

Kemurnian berarti integrasi positif seksualitas dalam diri seorang pribadi. Seksualitas menjadi betul-betul manusiawi jika diintegrasikan dengan cara yang benar ke dalam hubungan satu pribadi dengan yang lainnya. Kemurnian adalah keutamaan moral, anugerah Allah, rahmat, dan buah Roh Kudus.

2337-2338

 

 

489. Apa yang tercantum dalam keutamaan kemurnian?

 

Keutamaan kemurnian meliputi pembelajaran penguasaan diri sebagai suatu ungkapan kebebasan manusia yang diarahkan kepada pemberian diri. Untuk mencapai tujuan ini, perlulah suatu pendidikan integral dan terus-menerus, yang berlangsung tahap demi tahap.

2339-2341

 

 

490. Sarana apa yang dapat membantu penghayatan kemurnian ini?

 

Ada banyak sarana yang dapat ditemukan: rahmat Allah, pertolongan Sakramen-Sakramen, doa, pengenalan diri, praktek askese yang disesuaikan dengan macam-macam situasi, latihan keutamaan moral, khususnya keutamaan penguasaan diri yang berusaha mengendalikan nafsu dengan akal budi.

2340-2347

 

 

491. Dengan cara apa setiap orang dipanggil untuk menghayati kemurnian?

 

Sebagai pengikut Kristus, model semua kemurnian, semua orang yang dibaptis dipanggil untuk menghayati kemurnian sesuai dengan status hidup yang dipilihnya. Beberapa mengucapkan kaul keperawanan atau selibat yang membuat mereka mampu memberikan diri kepada Allah saja dengan hati yang tak terbagi dengan cara yang khusus. Yang lainnya, jika mereka menikah, menghayatinya dalam kemurnian hidup pernikahan, atau jika tidak menikah, menghayati kemurnian dalam hidup bertarak.

2348-2350 ; 2394

 

 

492. Apa dosa utama yang melawan kemurnian?

 

Dosa berat melawan kemurnian berbeda menurut objeknya: perzinaan, masturbasi, perselingkuhan, pornografi, pelacuran, perkosaan, dan tindakan homoseksual. Dosa-dosa ini merupakan ungkapan kebiasaan buruk hawa nafsu. Tindakan ini bahkan menjadi lebih berat jika melawan keutuhan fisik dan moral anak-anak di bawah umur.

2351-2359 ; 2396

 

 

493. Meskipun hanya mengatakan ”jangan berzina”, mengapa perintah keenam

ini melarang semua dosa terhadap kemurnian?

 

Meskipun dalam teks Dekalog tertulis: ”Jangan berzina” (Kel 20:1-4), Tradisi Gereja secara komprehensif mengikuti pengajaran moral Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, serta menganggap perintah keenam itu meliputi semua dosa melawan kemurnian.

2336

 

 

494. Apa tanggung jawab otoritas sipil berkenaan dengan kemurnian?

 

Sejauh terikat untuk mengembangkan hormat terhadap martabat pribadi, otoritas sipil wajib berusaha menciptakan lingkungan yang kondusif untuk praktek kemurnian. Otoritas sipil wajib pula membuat legislasi untuk menghindari penyebaran pelanggaran berat terhadap kemurnian seperti disebutkan tadi, khususnya untuk memberi perlindungan kepada anak-anak di bawah umur dan mereka yang paling lemah dalam masyarakat.

2354

 

 

495. Apa kebaikan-kebaikan cinta perkawinan yang menjadi arah seksualitas?

 

Kebaikan cinta perkawinan, yang bagi mereka yang telah dibaptis disucikan dengan Sakramen Perkawinan, adalah kesatuan, kesetiaan, ketakterceraian, dan keterbukaan terhadap prokreasi kehidupan.

2360-2361 ; 2397-2398

 

 

496. Apa makna hubungan suami-istri?

 

Hubungan suami-istri mempunyai makna rangkap dua: unitif (pemberian diri pasangan satu sama lain) dan prokreatif (keterbukaan pada keturunan). Tak seorang pun dapat memisahkan kedua makna yang ditetapkan Allah bagi hubungan suami-istri ini dengan mengabaikan yang satu atau yang lainnya.

2362-2367

 

497. Kapan pengaturan kelahiran itu bisa diterima secara moral?

 

Pengaturan kelahiran, yang merupakan satu aspek dari menjadi orang tua yang bertanggung jawab, secara moral objektif bisa diterima jika dilaksanakan oleh pasangan tanpa tekanan dari luar, jika dilaksanakan bukan dengan alasan yang mementingkan diri sendiri, tetapi untuk alasan yang serius, dengan metode yang sesuai dengan kriteria moralitas objektif, yaitu pantang berkala dan menggunakan periode tidak subur.

2368-2369; 2399

 

 

498. Apa sarana pembatasan kelahiran yang bertentangan dengan kaidah moral?

 

Setiap tindakan yang mempunyai tujuan atau sebagai sarana untuk menghalangi prokreasi secara intrinsik imoral, misalnya sterilisasi langsung atau kontrasepsi, baik sebelum, selama, maupun sesudah hubungan suami-istri.

2370-2372

 

 

499. Mengapa inseminasi dan fertilisasi buatan itu imoral?

 

Keduanya imoral karena memisahkan prokreasi dari hubungan suami-istri, saat keduanya saling memberikan diri satu sama lain dan meletakkan dominasi teknologi terhadap asal dan tujuan pribadi manusia. Lebih-lebih, inseminasi dan pembuahan yang menggunakan alat-alat teknis yang melibatkan orang yang bukan suami-istri melanggar hak anak untuk dilahirkan dari ibu dan bapak yang dikenalnya, terikat dalam perkawinan dan mempunyai hak eksklusif untuk menjadi orang tua hanya melalui mereka saja.

2373-2377

 

 

500. Bagaimana anak-anak harus dipandang?

 

Anak merupakan anugerah Allah, anugerah puncak dari perkawinan. Jadi, tidak ada istilah hak untuk mendapatkan anak (misalnya, ”dengan segala cara”). Tetapi, anak mempunyai hak untuk dipandang sebagai buah dari perkawinan orang tuanya, dan juga hak untuk dihormati sebagai seorang pribadi sejak saat dalam kandungan.

2378

 

 

501. Apa yang dapat dilakukan pasangan suami-istri jika mereka tidak mempunyai anak?

 

Jika anugerah anak tidak diberikan kepada mereka, setelah mencoba segala kemungkinan cara medis yang bisa dibenarkan, mereka bisa menunjukkan kemurahan hati dengan menjadi orang tua asuh atau adopsi atau dengan memberikan pelayanan yang berguna bagi orang lain. Dengan cara ini, mereka mewujudkan buah rohani yang berharga.

2379

 

 

502. Apa saja yang melawan martabat perkawinan?

 

Yaitu perzinaan, perceraian, poligami, inses, hubungan bebas (hidup bersama, konkubinat), dan hubungan seks sebelum atau di luar perkawinan.

2380-2391; 2400

 

 

 

Prev   -   Next

 

   

@ Anyo - Katedral Sintang|Indeks|Home